HUBUNGAN SOSIAL BUDAYA TERHADAP PERILAKU PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA IBU MENYUSUI
DOI:
https://doi.org/10.58794/jubida.v5i1.2218Keywords:
ASI eksklusif, Ibu Menyusui, Perilaku Kesehatan, Sosial BudayaAbstract
Pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif merupakan salah satu upaya penting dalam meningkatkan status kesehatan bayi. Meskipun berbagai program promosi ASI eksklusif telah dilakukan, cakupan pemberian ASI eksklusif masih belum optimal. Di wilayah kerja Puskesmas Sungailiat, cakupan ASI eksklusif mengalami penurunan dari 73,2% pada tahun 2022 menjadi 50,5% pada tahun 2024. Salah satu faktor yang diduga memengaruhi perilaku pemberian ASI eksklusif adalah faktor sosial budaya yang berkembang di masyarakat, seperti nilai, kepercayaan, tradisi, dan dukungan sosial yang diterima ibu menyusui. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan faktor sosial budaya dengan perilaku pemberian ASI eksklusif pada ibu menyusui di wilayah kerja Puskesmas Sungailiat Tahun 2025. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain observasional analitik menggunakan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh ibu yang memiliki bayi usia 6–12 bulan di wilayah kerja Puskesmas Sungailiat sebanyak 58 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan α=0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berada pada lingkungan sosial budaya yang mendukung pemberian ASI eksklusif (67,2%) dan sebagian besar memberikan ASI eksklusif kepada bayinya (60,3%). Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara sosial budaya dan perilaku pemberian ASI eksklusif (p=0,002). Ibu yang berada pada lingkungan sosial budaya yang mendukung memiliki peluang 6,283 kali lebih besar (sekitar enam kali lebih mungkin) untuk memberikan ASI eksklusif dibandingkan ibu yang berada pada lingkungan sosial budaya yang tidak mendukung. Disimpulkan bahwa faktor sosial budaya berhubungan dengan perilaku pemberian ASI eksklusif pada ibu menyusui. Oleh karena itu, upaya peningkatan cakupan ASI eksklusif perlu memperhatikan aspek sosial budaya masyarakat melalui keterlibatan keluarga, tokoh masyarakat, kader kesehatan, dan tenaga kesehatan. Temuan ini dapat menjadi dasar dalam penyusunan program promosi ASI eksklusif yang lebih efektif dan sesuai dengan karakteristik masyarakat setempat
Views
Downloads
References
[1] S. A. L. Sosseh, A. Barrow, and Z. J. Lu,“Cultural Beliefs, Attitudes and Perceptions of Lactating Mothers on Exclusive Breastfeeding in The Gambia: An Ethnographic Study,” BMC Women’s Health, vol. 23, no. 18, 2023, doi: 10.1186/s12905-023-02163-z.
[2] Nidaa and T. Krianto,“Scoping Review: Faktor Sosial Budaya Terkait Pemberian ASI Eksklusif di Indonesia,”Jurnal Litbang Kota Pekalongan, vol. 20, no. 1, pp. 9–20, 2022.
[3] S. S. Nurhaqqi and R. Damayanti,“Analisis Sosial Budaya dengan Pemberian ASI Eksklusif,”Jurnal Kesehatan Tambusai,vol. 5, no. 2, pp. 4483–4489, 2024.
[4] Kementerian Kesehatan Republik Indonesia,Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2023. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI, 2024.
[5] N. Haliza, “Hubungan Sosial Budaya dan Dukungan Keluarga dengan Pemberian ASI Eksklusif,” JMSWH Journal of Midwifery Science and Women’s Health, vol. 4, no. 1, pp. 34–39, 2023, doi: 10.36082/jmswh.v4i1.1102.
[6] E. P. Padeng, P. K. Senudin, and D. O. Laput, “Hubungan Sosial Budaya terhadap Keberhasilan Pemberian ASI Eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Waembeleng, Manggarai, NTT,” Jurnal Kesehatan Saelmakers PERDANA, vol. 4, no. 1, pp. 85–92, 2021.
[7] J. Br. Manullang, “Aspek Sosial Budaya dalam Pemberian ASI Eksklusif Ibu Bekerja di Desa Selayang Kabupaten Langkat Tahun 2017,” Journal of Midwifery Senior, vol. 3, no. 1, pp. 41–50, 2020.
[8] G. Chakona, “Social Circumstances and Cultural Beliefs Influence Maternal Nutrition, Breastfeeding and Child Feeding Practices in South Africa,” Nutrition Journal, vol. 19, no. 47, 2020, doi: 10.1186/s12937-020-00566-4.
[9] M. F. Uddin, I. Jabeen, M. A. Islam, M. Rahman, M. J. Chisti, T. Ahmed, and H. Sarma, “Barriers to Breastfeeding are Shaped by Sociocultural Context: An Exploratory Qualitative Study in Bangladesh,” Journal of Health, Population and Nutrition, vol. 41, no. 34, 2022, doi: 10.1186/s41043-022-00312-y.
[10] N. I. Kusuma, R. Kristiyanti, and L. N. Ayuanda, “Psychological and Sociocultural of Breastfeeding Mothers in Exclusive Breastfeeding,” Journal of Midwifery and Health Care, vol. 6, no. 4, 2024, doi: 10.33860/jbc.v6i4.3954.
[11] J. Amzat, “Sociocultural Context of Exclusive Breastfeeding in Africa,” International Breastfeeding Journal, vol. 19, no. 1, 2024.
[12] A. Iliani, H. Herawati, H. Sauqi, and N. Al Audhah, “A Qualitative Systematic Review of Exclusive Breastfeeding Practices in Indonesia: The Role of Family, Community Leaders, and Health Workers,” Islamic Guidance and Counseling Journal, vol. 9, no. 2, 2026, doi: 10.25217/0020269790800.
[13] B. Badanta, P. Suarez-Reina, I. Álvarez-Pérez, G. Lucchetti, M. D. Guerra-Martín, J. Vega-Escaño, and R. De Diego-Cordero, “Cultural Beliefs and Practices about Women's Breastfeeding Behaviors: A Scoping Review,” Enfermería Global, no. 76, 2025, doi: 10.6018/eglobal.648551.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 JUBIDA- Jurnal Kebidanan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
JUBIDA - Journal of Midwifery provides open access to anyone, ensuring that the information and findings in the article are useful to everyone. This journal article's entire contents can be accessed and downloaded for free. In accordance with the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

JUBIDA - Journal of Midwifery is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0





