https://rumahjurnal.or.id/index.php/jubida/issue/feedJUBIDA- Jurnal Kebidanan2026-02-06T06:25:58+00:00Nova Yulitanovayulita@umri.ac.idOpen Journal Systems<p><strong>JUBIDA - Jurnal Kebidanan</strong> diterbitkan 2 (dua) kali dalam setahun pada bulan<strong> Juni</strong> dan<strong> Desember</strong> oleh Yayasan Rahmatan Fiddunya Wal Akhirah dalam membantu para akademisi, peneliti dan praktisi untuk menyebarkan hasil penelitiannya. Tujuan Jurnal JUBIDA adalah sebagai sarana untuk menerbitkan makalah/artikel dalam Bidang Kebidanan.</p> <p> </p>https://rumahjurnal.or.id/index.php/jubida/article/view/1899HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 2-5 TAHUN DI PAUD MELATI MOJOLANGU 2025-12-20T01:44:45+00:00Davina Aqillah Huwaidaadavinaaqillah01@gmail.comHening Ryan Aryanihening.ryan@poltekkes-malang.ac.id<p><strong>Pendahuluan</strong>: <em>Stunting</em> masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia dan berdampak pada pertumbuhan serta perkembangan anak usia dini dengan prevalensi 21,6% pada tahun 2022, melebihi target WHO. Meskipun 1000 HPK menjadi fokus utama sebagian besar penelitian, anak usia 2-5 tahun tetap rentan mengalami <em>stunting</em>. <strong>Metode:</strong> Studi cross-sectional dilakukan pada 48 anak. Status gizi dievaluasi menggunakan indeks massa tubuh untuk usia (IMT/U) dan indikator dari KMS/KIA, sedangkan stunting diukur menggunakan tinggi badan untuk usia (TB/U). Data dianalisis menggunakan uji chi-square dan dilengkapi dengan Monte Carlo. <strong>Tujuan:</strong> Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara status gizi dan stunting pada anak prasekolah di PAUD Melati Mojolangu pada Oktober 2024. <strong>Hasil:</strong> Sebagian besar anak memiliki status gizi baik (81,3%) dan tinggi badan normal (75%). Terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi dan stunting (p < 0,05). Namun, beberapa anak dengan status gizi baik tetap mengalami stunting, yang mengindikasikan peran faktor lain di luar gizi. <strong>Kesimpulan:</strong> Status gizi berhubungan signifikan dengan kejadian stunting pada anak prasekolah, sehingga diperlukan intervensi komprehensif yang mencakup aspek gizi dan faktor pendukung lainnya.</p>2026-02-06T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JUBIDA- Jurnal Kebidananhttps://rumahjurnal.or.id/index.php/jubida/article/view/1919HUBUNGAN RIWAYAT BBLR DAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA ANAK USIA 24-59 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS DADOK TUNGGUL HITAM2025-12-25T02:32:11+00:00Ochy Putriochyputri2003@gmail.comArni Amirarniamir@med.unand.ac.idHenni Fitriahennifitria@med.unand.ac.idDesmawatidesmawati@med.unand.ac.idErda Mutiara Halidaerda_mutiara@yahoo.comFitrayeni fitrayeni10@gmail.com<p><strong>Latar belakang: </strong>Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis yang terjadi dalam 1.000 hari pertama kehidupan. World Health Organization (WHO) tahun 2023 menyatakan tahun 2022 terdapat 148,1 juta anak di bawah usia lima tahun yang mengalami stunting. Faktor risiko utama yang berkontribusi dengan kejadian stunting yaitu riwayat BBLR dan pemberian ASI eksklusif. <strong>Tujuan penelitian: </strong>Untuk menganalisis hubungan antara riwayat BBLR dan pemberian ASI eksklusif dengan kejadian stunting pada balita. <strong>Metode: </strong>Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain <em>cross-sectional</em> yang dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Dadok Tunggul Hitam Kota Padang pada bulan Desember 2024 - Maret 2025. Sampel penelitian terdiri dari 103 ibu yang memiliki anak usia 24–59 bulan. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji <em>chi-square</em> dan <em>Fisher exact test</em> dengan tingkat signifikansi p<0,05. <strong>Hasil:</strong> Hasil analisis bivariat menunjukkan ada hubungan antara riwayat BBLR dengan kejadian stunting dianalisis menggunakan uji <em>Fisher exact test</em> (p=0,03) karena pada uji <em>chi-square</em> diperoleh nilai <em>expected count <</em>5. Terdapat hubungan antara riwayat pemberian ASI eksklusif dengan kejadian stunting (p=0,029). Terdapat hubungan yang signifikan antara riwayat BBLR dan pemberian ASI eksklusif dengan kejadian stunting (p<0,05). <strong>Simpulan</strong>: Terdapat hubungan antara riwayat berat badan lahir rendah dan pemberian ASI eksklusif dengan kejadian stunting pada anak usia 24-59 bulan. </p>2026-02-06T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JUBIDA- Jurnal Kebidananhttps://rumahjurnal.or.id/index.php/jubida/article/view/1921PENERAPAN VIRTUAL PATIENTS SIMULATIONS DALAM PEMBELAJARAN KOMUNIKASI DAN KONSELING PADA MAHASISWA KEBIDANAN2025-12-25T02:28:30+00:00Liananiarliananiar46@gmail.comYuswitayuswita05@gmail.comSiti Rahmahsitirahmahmkes78@gmail.com<p>Penerapan <em>Viirtual Patient Simulations </em>dalam kebidanan didasarkan pada kebutuhan untuk mengatasi tantangan praktik klinis secara nyata, meningkatkan keterampilan komunikasi dan konseling dalam pendidikan kebidanan menyediakan lingkungan yang aman untuk latihan tanpa resiko pada pasien serta menyesuakan diri dengan era digital dengan memungkinkan pembelajaran mandiri mencetak bidan kompeten yang siap menghadapi kompleksibilitas pelayanan kebidanan modern. Penilaian komunikasi bertujuan untuk membina hubungan yang baik antara bidan dengan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan komunikas dan konseling secara aman menjembatani kesenjangan teori dan praktik dan mempersiapkan mahasiswa menghadapi situasi klinis nyata lebih efektif sebelum berinteraksi langsung dengan pasien dilapangan. Penelitian ini menggunakan quasi <em>experiment design</em>: <em>one group pretest-posttest</em> untuk mengetahui keterampilan sebelum dan sesudah diberikan pembelajaran dengan metode <em>Virtual Patient Simulation</em>. Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa tingkat I program studi Sarjana Kebidanan Universitas Almuslim yang sedang belajar di semester 2 pada mata kuliah komunikasi dan konseling dalam praktik kebidanan sebanyak 36 mahasiswa. Analisa data pada penelitian ini dengan <em>Uji Wilcoxon</em>. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa sebanyak 27 (75%) mahasiswa tidak terampil dalam melakukan komunikasi dan konseling sebelum diterapkan metode virtual patients simulationts; setelah diterapkan metode <em>virtual patients simulationts</em> sebanyak 25 (69%) mahasiswa terampil dalam melakukan komunikasi dan konseling terjadi peningkatan nilai mean yaitu 30,00 menjadi 70,00 dengan persentase kenaikan 49,6% dan nilai p 0,002 (p<0,05). Simpulan pada penelitian ini yaitu terdapat perbedaan Keterampilan Komunikasi dan Konseling Mahasiswa sebelum dan sesudah diterapkan metode <em>Virtual Patients</em>. Diharapkan metode ini dapat diterapkan secara berkelanjutan dalam mata kuliah komunikasi dan konseling dalam praktik kebidanan.</p>2026-02-06T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JUBIDA- Jurnal Kebidananhttps://rumahjurnal.or.id/index.php/jubida/article/view/1958HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP SUAMI TERHADAP DUKUNGAN SUAMI TERKAIT PERSIAPAN PRAKONSEPSI DENGAN METODE CROSSECTIONAL2026-01-10T11:26:23+00:00Ligar Permas Adzrikhraligarpermas@gmail.comKurniaty Ulfahulfah@gmail.comDiyan Indrayanidiyan@gmail.comWiwin Widayani wiwin@gmail.com<p>Jumlah kematian ibu meningkat dari 4.005 kasus pada tahun 2022 menjadi 4.129 kasus pada tahun 2023, terutama disebabkan oleh komplikasi kehamilan. Skrining prakonsepsi telah terbukti dapat mengurangi risiko kematian ibu hingga 28%. Persiapan prakonsepsi memerlukan keterlibatan aktif suami; namun, partisipasi laki-laki masih rendah (37%), dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan dan sikap mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara pengetahuan dan sikap suami terhadap dukungan suami dalam persiapan prakonsepsi di Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat. Desain cross-sectional digunakan dengan melibatkan 92 suami berusia 15–49 tahun yang dipilih melalui sampling acak bertahap. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah tervalidasi dan dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan yang baik (65,2%), sikap positif (70,7%), dan memberikan dukungan suami yang baik (78,3%). Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan (p = 0,001) dan sikap (p < 0,001) dengan dukungan suami dalam persiapan prakonsepsi. Temuan ini menunjukkan pentingnya melibatkan suami dalam program pendidikan kesehatan prakonsepsi di tingkat pelayanan kesehatan primer untuk memperkuat perencanaan kehamilan berbasis keluarga dan mengurangi risiko kesehatan ibu.</p>2026-02-06T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JUBIDA- Jurnal Kebidananhttps://rumahjurnal.or.id/index.php/jubida/article/view/1967EFEKTIVITAS PENDIDIKAN KESEHATAN MEDIA POSTER TERHADAP PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TENTANG TABLET FE2026-01-15T08:07:51+00:00Renti Fortinafortinarenti@gmail.comLisviaroselisvi@gmail.comFatma Nadia fatma@gmail.comWira Ekdeni Aifawira@gmail.com<p>Masa remaja merupakan masa peralihan dari masa anak-anak menuju masa dewasa. Tujuan penelitian ini untuk Mengetahui Efektivitas Pendidikan Kesehatan Menggunakan Media Poster Terhadap Pengetahuan Remaja Putri Tentang Tablet FE di SMKN 1 Kelayang Kabupaten Indragiri Hulu. Metode Tugas Akhir : Jenis Penelitian ini adalah pre-experiment dengan rancangan penelitian one group pretest posttest. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon. Hasil : Pengetahuan remaja putri setelah diberikan Pendidikan Kesehatan memiliki kategori baik sebanyak 68 orang (84,0%), kategori cukup sebanyak 9 orang (11,1%) dan kategori kurang sebanyak 4 orang (4,9%). Dan setelah diberikan Pendidikan Kesehatan memiliki kategori baik sebanyak 77 orang (95,1%), kategori cukup sebanyak 3 orang (3,7%) dan kategori kurang sebanyak 1 orang (1,2%). Berdasarkan hasil uji Wicoxon, hasil p = 0,000 yang berarti nilai p value (<0,05) sehingga, Ho ditolak dan Ha diterima yang artinya dikatakan signifikan antara pengetahuan remaja putri sebelum diberikan Pendidikan Kesehatan dan setelah diberikan Pendidikan Kesehatan Tentang Tablet FE di SMKN 1 Kelayang Kabupaten Indragiri Hulu. Kesimpulan : Dikatakan signifikan antara pengetahuan remaja putri sebelum diberikan Pendidikan Kesehatan dan setelah diberikan Pendidikan Kesehatan Tentang Tablet FE di SMKN 1 Kelayang Kabupaten Indragiri Hulu.</p>2026-02-06T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JUBIDA- Jurnal Kebidananhttps://rumahjurnal.or.id/index.php/jubida/article/view/1966ANALISIS FAKTOR RISIKO INFEKSI SALURAN PERNAFASAN AKUT (ISPA) PADA BAYI USIA 6–12 BULAN DI PUSKESMAS KARANGREJO KOTA METRO 2026-01-15T08:09:39+00:00Elisa Murti Puspitaningrumelisamurtip@poltekkes-tjk.ac.idRofana Aghniyarofanaaa@gmail.comGangsar Indah Lestarigangsarindahlestari@poltekkes-tjk.ac.id<p>Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan salah satu masalah kesehatan utama pada bayi, khususnya pada kelompok usia 6–12 bulan. Kejadian ISPA dipengaruhi oleh berbagai faktor individu dan lingkungan, antara lain riwayat imunisasi, status gizi, dan paparan asap rokok. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan riwayat imunisasi, status gizi, dan paparan asap rokok dengan kejadian ISPA pada bayi usia 6–12 bulan di Puskesmas Karangrejo. Penelitian ini menggunakan desain analitik kuantitatif dengan pendekatan potong lintang (cross sectional). Populasi penelitian meliputi seluruh bayi usia 6–12 bulan di wilayah kerja Puskesmas Karangrejo sebanyak 66 responden, dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Pengumpulan data dilakukan pada bulan Juli–Agustus 2025 menggunakan kuesioner. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara riwayat imunisasi dan kejadian ISPA (p-value = 0,023), serta antara paparan asap rokok dan kejadian ISPA (p-value = 0,04). Sebaliknya, status gizi tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan kejadian ISPA (p-value = 0,44). Dapat disimpulkan bahwa riwayat imunisasi dan paparan asap rokok merupakan faktor yang berhubungan dengan kejadian ISPA pada bayi usia 6–12 bulan, sementara status gizi tidak berhubungan secara bermakna. Oleh karena itu, penguatan cakupan imunisasi dasar lengkap dan upaya pencegahan paparan asap rokok di lingkungan rumah perlu ditingkatkan sebagai strategi pencegahan ISPA pada bayi.</p>2026-02-06T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JUBIDA- Jurnal Kebidananhttps://rumahjurnal.or.id/index.php/jubida/article/view/1970PENGARUH EDUKASI PARENTING TERHADAP SIKAP ORANG TUA MEMBATASI GADGET: STUDI PRA-EKSPERIMENTAL ONE GROUP PRETEST–POSTTEST2026-01-15T08:11:06+00:00Lisha Susianasusianalisha@gmail.comFatma Nadiafatma.nadia@gmail.comLisviroselisviarose@gmail.comWira Ekdeni Alfa wiraekdeniaifa15@gmail.com<p>Peningkatan penggunaan gadget pada anak usia 5–10 tahun berpotensi berdampak negatif terhadap perkembangan, sehingga diperlukan peran orang tua dalam pengawasan dan pembatasan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh edukasi parenting terhadap sikap orang tua dalam membatasi penggunaan gadget pada anak usia 5–10 tahun di wilayah kerja Puskesmas Pekan Heran. Penelitian menggunakan desain pra-eksperimental one group pretest–posttest dengan 30 responden. Instrumen penelitian berupa kuesioner skala Likert, dan analisis data menggunakan uji paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan skor sikap orang tua secara signifikan setelah edukasi parenting (p = 0,000 < 0,05). Edukasi parenting berpengaruh signifikan dalam meningkatkan sikap orang tua dalam membatasi penggunaan gadget pada anak dan direkomendasikan sebagai upaya preventif di fasilitas kesehatan <em>(mean difference</em> -17.164).</p>2026-02-12T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JUBIDA- Jurnal Kebidananhttps://rumahjurnal.or.id/index.php/jubida/article/view/1972HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN PEKERJAAN IBU TERHADAP PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA BAYI 0-6 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PAYUNG SEKAKI KOTA PEKANBARU2026-01-15T08:13:12+00:00Sellia Juwitasellia.juwita@gmail.comElsa Afriyanti elsa@gmail.comAde Febrianiade@gmail.com<p>Berdasarkan<em> WHO</em> tahun 2021 melaporkan data pemberian ASI Eksklusif secara global, sekitar 44% bayi usia 0-6 bulan di dunia yang mendapatkan ASI Eksklusif. Pengetahuan dan Pekerjaan Ibu merupakan faktor yang mempengaruhi pemberian ASI Eksklusif. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan pekerjaan ibu terhadap pemberian ASI Ekslusif 0-6 bulan. Jenis penelitian ini analitik korelasi dengan pendekatan <em>cross sectional</em>, dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Payung Sekaki Kota Pekanbaru pada 13 Juni-10 Juli 2025 dengan populasi sebanyak 45 orang. Teknik <em>sampling</em> <em>cluster sampling</em> sebanyak 45 responden. Instrument yang digunakan berupa kuesioner. Analisa data menggunakan Analisa univariat distribusi frekuensi dan bivariat uji statistic chi square. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa mayoritas responden memiliki pengetahuan cukup 21 responden dan tidak memberikan ASI Eksklusif 15 responden. Hasil p=0,023 (p<0,05) yang berarti terdapat hubungan yang signifikan. Mayoritas responden tidak bekerja 32 responden dan 20 diantaranya memberikan ASI Eksklusif, dengan hasil p=0,001 (p<0,05) yang berarti terdapat hubungan yang signifikan. Pengetahuan yang baik tentang ASI Eksklusif memberi dampak positif kepada ibu dengan lebih banyak waktu ibu di rumah bersama bayi mendorong ibu untuk selalu memberikan ASI keapada bayi.</p>2026-02-12T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JUBIDA- Jurnal Kebidananhttps://rumahjurnal.or.id/index.php/jubida/article/view/1989EFEKTIVITAS EDUKASI PIJAT IBU DAN BAYI TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN BIDAN: STUDI KUASI-EKSPERIMEN2026-01-25T22:34:19+00:00Rima wirenvionarimawirenviona@fikes.unbrah.ac.idFani Syinthia Rahmifanisyinthiarahmi@fikes.unbrah.ac.idFitri Ramadhaniatifitri_ramadhaniati@unib.ac.idRahmi Melfa Widodorahmimelfawidodo@fikes.unbrah.ac.idAnak Agung Cinthya Riris agung.rianata@gmail.com<p>Pijat ibu dan bayi merupakan bagian dari asuhan kebidanan komplementer yang memiliki manfaat fisiologis dan psikologis bagi ibu dan bayi. Bidan berperan penting dalam memberikan edukasi pijat ibu dan bayi secara tepat dan aman, sehingga diperlukan tingkat pengetahuan yang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas edukasi pijat ibu dan bayi terhadap peningkatan pengetahuan bidan.</p> <p>Penelitian ini menggunakan desain kuasi-eksperimen dengan pendekatan one-group pretest–posttest. Subjek penelitian adalah 52 bidan yang memberikan pelayanan antenatal dan intrapartum di fasilitas pelayanan kesehatan di kota Padang, dengan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan tentang pijat ibu dan bayi yang telah diuji validitas dan reabilitas. Edukasi diberikan secara terstruktur melalui metode ceramah dan diskusi. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dengan tingkat signifikansi p < 0,05.</p> <p>Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan rerata skor pengetahuan bidan dari 87,50 pada pretest menjadi 94,52 pada posttest. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p = 0,001, yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara pengetahuan bidan sebelum dan sesudah diberikan edukasi.</p> <p>Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa edukasi pijat ibu dan bayi efektif dalam meningkatkan pengetahuan bidan. Edukasi ini direkomendasikan untuk dikembangkan sebagai bagian dari program pelatihan dan pendidikan berkelanjutan guna meningkatkan kompetensi bidan dalam memberikan asuhan kebidanan komprehensif berbasis evidence-based practice.</p>2026-02-12T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JUBIDA- Jurnal Kebidanan