HUBUNGAN INDEKS MASA TUBUH DENGAN INTENSITAS NYERI HAID PADA REMAJA PUTERI DI KOTA PALEMBANG

Authors

  • Asri Noviyanti Poltekkes Kemenkes Palembang
  • Atika Amanda Poltekkes Kemenkes Palembang

DOI:

https://doi.org/10.58794/jubida.v5i1.2211

Keywords:

Dismenore, Indeks Massa Tubuh (IMT), Nyeri Menstruasi, Visual Analog Scale (VAS), Wanita Remaja

Abstract

Nyeri menstruasi atau dismenore merupakan salah satu masalah kesehatan reproduksi yang paling sering dialami oleh wanita. Dismenore dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, prestasi akademik, dan kualitas hidup. Salah satu faktor yang diduga berhubungan dengan nyeri menstruasi adalah Indeks Massa Tubuh (IMT). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara IMT dan nyeri menstruasi pada wanita. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional). Sampel penelitian terdiri dari 60 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data IMT diperoleh melalui pengukuran berat badan dan tinggi badan untuk menghitung nilai IMT, sedangkan intensitas nyeri menstruasi dinilai menggunakan Visual Analog Scale (VAS). Data dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata usia responden adalah 18,43 ± 1,01 tahun. Rata-rata berat badan responden adalah 54,83 ± 17,40 kg, rata-rata tinggi badan 158,65 ± 4,65 cm, dan rata-rata IMT 21,05 ± 3,44 kg/m². Rata-rata skor intensitas dismenore adalah 6,02 ± 2,31. Analisis statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara IMT dan intensitas nyeri menstruasi dengan nilai p sebesar 0,001 (p < 0,05) dan koefisien korelasi r = 0,47, yang menunjukkan korelasi positif sedang.

Views

11 kali

Downloads

1 kali

References

[1] S. W. Sarwono, Psikologi Remaja. Jakarta: Rajawali Pers., 2021.

[2] B. Kurniati, R. Amelia, and M. Z. Oktora, “Hubungan Indeks Massa Tubuh dengan Kejadian Dismenore pada Mahasiswi Angkatan 2015 Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah Padang,” Heal. Med. J., vol. 1, no. 2, pp. 07–11, 2019, doi: 10.33854/heme.v1i2.234.

[3] A. Noviyanti and J. Jasmi, “The Effect Of Stress On The Level Of Dysmenorrhea In Young Women,” J. Matern. Child Heal. Sci., vol. 3, no. 1, pp. 239–243, 2023, doi: 10.36086/maternalandchild.v3i1.1682.

[4] L. W. Siscadarsih I, Amanullah R, “View of Hubungan Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan Tingkat Keparahan Disminore.pdf,” vol. 4, no. 3, pp. 163–168, 2022.

[5] S. Sulistyorini, Santi, S. Monica, and S. S. Ningsih, “Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Disminorhea Primer Pada Siswi SMA PGRI 2 Palembang,” Kebidanan STIK Bina Husada Palembang, vol. 5, no. 1, pp. 223–231, 2017.

[6] A. Donayeva, A. Amanzholkyzy, R. Nurgaliyeva, G. Gubasheva, I. A. Abdelazim, and I. I. Samaha, “The relation between primary dysmenorrhea in adolescents and body mass index,” Prz. Menopauzalny, vol. 22, no. 3, pp. 126–129, 2023, doi: 10.5114/pm.2023.131314.

[7] Purwaningsih, terhadap Penurunan Dismenore pada Remaja Putri di Desa Sidoharjo Kecamatan Pati. Semarang: Program Sarjana Ngudi Waluyo, 2013.

[8] L. Wu, J. Zhang, J. Tang, and H. Fang, “The relation between body mass index and primary dysmenorrhea: A systematic review and meta-analysis,” Acta Obstet. Gynecol. Scand., vol. 101, no. 12, pp. 1364–1373, 2022, doi: 10.1111/aogs.14449.

[9] V. N. L. Febrianti, Jamhariyah, and Y. Handayani, “Relationship of Nutrional Status and Age of Menarche with The Incidence of Dismenore in Adolescents at SMP Negeri 3 Jember,” Fetus J. Midwifery, vol. 1, no. 1, pp. 18–25, 2023.

[10] J. R. Batubara, “Adolescent Development (Perkembangan Remaja),” Sari Pediatr., vol. 12, no. 1, p. 21, 2016, doi: 10.14238/sp12.1.2010.21-9.

[11] N. M. Widyanthi, N. K. A. Resiyanthi, and D. Prihatiningsih, “Gambaran Penanganan Dismenorea Secara Non Farmakologi Pada Remaja Kelas X Di Sma Dwijendra Denpasar,” J. Inov. Penelit., vol. 2, no. 6, pp. 1745–1756, 2021.

[12] Y. Ghaliyah, D. A. Nurasih, D. D. Maharani, L. N. Khanifah, C. Sistiarani, and L. Nafisah, “Literature Review: Faktor Risiko yang Memengaruhi Kejadian Nyeri Menstruasi (Dysmenorrhea) pada Mahasiswi,” J. Kesehat. Ilm. Indones. (Indonesian Heal. Sci. Journal), vol. 10, no. 1, 2025, doi: 10.51933/health.v10i1.2001.

[13] V. Mariska and Almas AwaniWarih Anjari Dyah Kusumaning Ayu, “Hubungan Indeks Massa Tubuh (Imt) Dengan Derajat Dismenore Pada Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Nasional Surakarta,” Physio J., vol. 5, no. 1, pp. 1–9, 2025.

[14] R. Febrina, “Gambaran Derajat Dismenore dan Upaya Mengatasinya di Pondok Pesantren Darussalam Al-Hafidz Kota Jambi,” J. Akad. Baiturrahim Jambi, vol. 10, no. 1, p. 187, 2021, doi: 10.36565/jab.v10i1.316.

[15] U. R. Ammar, “Faktor Risiko Dismenore Primer Pada Wanita Usia Subur Di Kelurahan Ploso Kecamatan Tambaksari Surabaya,” J. Berk. Epidemiol., vol. 4, no. 1, pp. 37–49, 2016, doi: 10.20473/jbe.v4i1.37-49.

[16] L. Renata, K. Pandelaki, and L. W. A. Rotty, “Hubungan Lingkar Pinggang, Homeostasis Model Assessment of Insulin Resistance, dan Prostaglandin-I2 dengan Test Agregasi Trombosit pada Subyek Obesitas Sentral,” Med. Scope J., vol. 2, no. 2, pp. 87–92, 2021, doi: 10.35790/msj.2.2.2021.32597.

[17] G. Arisani, “Hubungan Indeks Massa Tubuh (IMT), Kadar Hemoglobin dan Paparan Asap Rokok dengan Kejadian Dismenore,” J. Kebidanan Midwiferia, vol. 5, no. 1, pp. 1–8, 2019, doi: 10.21070/mid.v5i1.2213.

[18] S. Dahlan, Besar Sampel dan Cara Pengambilan Sampel dalam Penelitian Kedokteran dan Kesehatan. Jakarta: Salemba Medika, 2019.

[19] M. Dahlan, Statistik Untuk Kedokteran Kesehatan. Jakarta: Salemba Medika, 2017.

[20] H. Ju, M. Jones, and G. D. Mishra, “A U-shaped relationship between body mass index and dysmenorrhea: A longitudinal study,” PLoS One, vol. 10, no. 7, pp. 1–12, 2015, doi: 10.1371/journal.pone.0134187.

[21] A. Harahap, J. Oktaviani, E. Kusdiyah, E. Indah, A. Tan, and A. Dwi, “Hubungan Indeks MassaTubuh (IMT) dengan Derajat Dismenore Pada Mahasiswi Kedokteran FKIK Universitas Jambi,” e- SEHAD, vol. 1, no. 2, pp. 18–24, 2021.

[22] S. Zulfa, A. I., & Lestari, “Hubungan indeks masa tubuh (imt) dengan tingkat disminore pada remaja putri,” J. Ilm. Fisioter. Muhammadiyah, vol. 1, no. 2, pp. 1–5, 2022.

Downloads

Published

2026-06-05

Issue

Section

Articles