HUBUNGAN SELF-COMPASSION DENGAN KECEMASAN PADA PRIMIGRAVIDA TRIMESTER III DI PUSKESMAS BATU
DOI:
https://doi.org/10.58794/jubida.v5i1.2197Keywords:
Self-Compassion, Kecemasan, Primigravida, Trimester IIIAbstract
Kehamilan trimester III pada primigravida sering disertai kecemasan akibat kurangnya pengalaman menghadapi persalinan. Salah satu faktor psikologis yang diduga berperan dalam mengurangi kecemasan adalah self-compassion. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan self-compassion dengan kecemasan pada primigravida trimester III di Puskesmas Batu. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 30 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Karakteristik responden utama meliputi ibu hamil primigravida trimester III dengan rentang usia reproduksi sehat, yang sebagian besar berada pada kategori usia dewasa awal dan tidak memiliki riwayat komplikasi kehamilan berat. Data dikumpulkan menggunakan Self-Compassion Scale (SCS) dan Perinatal Anxiety Screening Scale (PASS), kemudian dianalisis menggunakan uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki self-compassion kategori tinggi (53,3%) dan mengalami kecemasan ringan–sedang (83,3%). Hasil uji Spearman Rank menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara self-compassion dengan kecemasan pada primigravida trimester III di Puskesmas Batu (p = 0,754; r = -0,060). Interpretasi hasil ini menunjukkan bahwa hubungan antara kedua variabel sangat lemah dan tidak signifikan, sehingga self-compassion tidak dapat dijadikan prediktor utama tingkat kecemasan pada responden penelitian ini. Hal ini menunjukkan bahwa self-compassion tidak berhubungan secara signifikan dengan tingkat kecemasan, meskipun arah hubungan menunjukkan kecenderungan negatif. Kesimpulan penelitian ini adalah tidak terdapat hubungan yang signifikan antara self-compassion dengan kecemasan pada primigravida trimester III. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan pelayanan antenatal care yang tidak hanya berfokus pada aspek fisik, tetapi juga aspek psikologis ibu hamil melalui edukasi, konseling, dan dukungan emosional untuk membantu menurunkan kecemasan menjelang persalinan.
Views
Downloads
References
[1] K. Adelize, A. Junus, A. L. Ekowati, B. Soegiarto, and A. Setiawan, “Advanced Maternal Age and Low Birth Weight in Primigravid Births,” Journal of Maternal and Child Health, vol. 5, pp. 613–624, 2023.
[2] N. Ainy, “Pengaruh pemberian terapi musik klasik Mozart terhadap penurunan tingkat kecemasan ibu hamil primigravida dalam menghadapi proses persalinan di RS IPHI Kota Batu,” Undergraduate Thesis, UIN Maulana Malik Ibrahim, 2011.
[3] N. Anita and S. A. Diana, “Deteksi Dini Faktor Risiko Kehamilan dan Peningkatan Pengetahuan Kader tentang Screening serta Pemeriksaan Kesehatan pada Ibu Hamil di Desa Mosso,” Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat, vol. 5, no. 2, pp. 246–256, 2025.
[4] N. A. Arfiyanti, M. N. Widyawati, and P. P. Rumah, Deteksi Dini Kecemasan Ibu Hamil: Calm Pregnancy. Pustaka Rumah C1nta, 2022.
[5] S. Damayanty et al., “Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kehamilan Risiko Tinggi,” Obat: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan, vol. 2, no. 3, pp. 211–219, 2024.
[6] R. Dryer, P. Chee, and R. Brunton, “The Role of Body Dissatisfaction and Self-Compassion in Pregnancy-Related Anxiety,” Journal of Affective Disorders, vol. 313, pp. 84–91, 2022.
[7] S. Effendy, Psikologi Positif. Surabaya: Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya, 2021.
[8] E. S. Erika, I. Makmun, and D. K. Cahyaningtyas, “Pengaruh Tingkat Pendidikan Ibu Terhadap Kecemasan dan Nyeri Saat Persalinan,” Jurnal Kesehatan Qamarul Huda, vol. 13, no. 1, pp. 7–14, 2025.
[9] N. Fairbrother et al., “Anxiety and Related Disorders During the Perinatal Period,” Annual Review of Clinical Psychology, vol. 21, 2025.
[10] S. L. Falon et al., “The Coping Insights Evident Through Self-Reflection on Stressful Military Training Events,” Stress and Health, vol. 38, no. 5, pp. 902–918, 2022.
[11] M. Filipec and M. J. Đurin, “Cardiovascular and Respiratory Adaptations During Pregnancy,” Physiologia, vol. 5, no. 3, p. 30, 2025.
[12] Finlay-Jones, K. Bluth, and K. Neff, Handbook of Self-Compassion. Springer, 2023.
[13] E. Fourianalistyawati et al., “Meningkatkan Kesadaran Kesehatan Mental dan Mindfulness pada Ibu Hamil,” Society: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat, vol. 5, no. 2, pp. 236–248, 2025.
[14] H. Hajihatamloo et al., “Anxiety, Self-Compassion, Perceived Social Support and Resilience in Pregnant Women,” BMC Psychology, vol. 13, 2025.
[15] D. O. Handajani, “Hubungan Dukungan Keluarga dengan Tingkat Kecemasan pada Ibu Hamil Primigravida,” IJMT: Indonesian Journal of Midwifery Today, vol. 1, no. 1, pp. 27–33, 2021.
[16] D. P. Hati et al., “Pengaruh Terapi Kombinasi Musik Alam dan Suling Terhadap Tingkat Kecemasan Ibu Bersalin,” Jurnal Kebidanan Malakbi, vol. 6, no. 2, pp. 85–93, 2025.
[17] P. N. Hidayati and S. F. Fitroh, “Hubungan Self-Compassion dengan Stres Pengasuhan Anak,” WISDOM: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, vol. 5, no. 1, pp. 82–102, 2024.
[18] HSC Public Health Agency, The Pregnancy Book 2023. UK: Public Health Agency, 2023.
[19] J. Kesehatan Qamarul Huda et al., “Pengaruh Tingkat Pendidikan Ibu Terhadap Kecemasan dan Nyeri Saat Persalinan,” Jurnal Kesehatan Qamarul Huda, vol. 13, no. 1, pp. 7–14, 2025.
[20] Lina, “Hubungan Dukungan Suami dan Kepatuhan ANC dengan Tingkat Kecemasan Ibu Primipara,” Undergraduate Thesis, STIKes Dharma Husada, 2025.
[21] T. N. Ma’arif, “Pengaruh Self-Compassion terhadap Penyesuaian Diri pada Santri,” Undergraduate Thesis, UIN Maulana Malik Ibrahim, 2022.
[22] P. Maskhuliah et al., “Hipotesis Penelitian dalam Statistik Manajemen Pendidikan,” Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara, vol. 1, no. 8, pp. 425–433, 2025.
[23] Maysyithoh, “Hubungan Karakteristik Ibu Primigravida dengan Tingkat Kecemasan,” Undergraduate Thesis, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta, 2021.
[24] K. D. Neff, “Self-Compassion: Theory, Method, Research, and Intervention,” Annual Review of Psychology, vol. 74, no. 1, pp. 193–218, 2023.
[25] Ningrum, Self Healing. Yogyakarta: Pustaka Panasea, 2023.
[26] N. Nurjanah et al., “Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Preeklampsia,” Medimuh: Jurnal Kesehatan Muhammadiyah, vol. 6, no. 2, pp. 111–126, 2025.
[27] Nurseha et al., Buku Ajar Psikologi Kehamilan, Persalinan, dan Nifas. 2024.
[28] R. R. Polla et al., “Gambaran Self-Compassion pada Mahasiswa yang Sambil Bekerja,” In Search, vol. 22, no. 2, pp. 550–561, 2023.
[29] C. F. Polii and A. Yudiarso, “Meta-Analisis: Welas Diri dan Kecemasan,” Jurnal Psikologi Integratif, vol. 11, no. 1, pp. 40–52, 2023.
[30] E. Pujiati and P. Ananta, “The Effect of Mindfulness on Reducing Anxiety Levels in Third-Trimester Primigravida,” Proceedings Cendekia International Conference Health and Technology, vol. 3, pp. 1–8, 2025.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 JUBIDA- Jurnal Kebidanan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
JUBIDA - Journal of Midwifery provides open access to anyone, ensuring that the information and findings in the article are useful to everyone. This journal article's entire contents can be accessed and downloaded for free. In accordance with the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

JUBIDA - Journal of Midwifery is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0





