HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG GIZI SEIMBANG DENGAN STATUS GIZI BALITA
DOI:
https://doi.org/10.58794/jubida.v5i1.2128Keywords:
Balita, Status Gizi, Pengetahuan IbuAbstract
Status gizi merupakan indikator keberhasilan pemenuhan nutrisi anak yang diukur melalui berat badan dan tinggi badan. Anak usia di bawah lima tahun rentan terhadap masalah kesehatan dan gizi, di mana tingkat pengetahuan ibu mengenai gizi seimbang menjadi salah satu faktor penentu utama. Penelitian serupa sudah sering dilakukan namun kebaruan pada penelitian ini adalah menggunakan responden yaitu ibu balita usia 3 tahun, sehingga pencegahan dan penanganan bisa dilakukan lebih dini. Penelitian bertujuan mengetahui hubungan antara pengetahuan ibu tentang gizi seimbang dengan status gizi balita. Jenis penelitian adalah analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 49 ibu yang memiliki balita di Puskesmas Pandanwangi Kota Malang, yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner pengetahuan dan observasi status gizi dengan indeks BB/TB, kemudian data dianalisis menggunakan uji Spearman rank. Hasil penelitian menunjukkan hampir seluruh ibu memiliki pengetahuan baik (98%) dan sebagian besar status gizi balita baik (69,4%). Hasil analisa Spearmen rho didapatkan nilai p value= 0,005 < 0,05 dan nilai coefficient correlation = 0.282 menunjukkan bahwa ada hubungan pengetahuan ibu tentang gizi seimbang dengan status gizi balita dan arah hubungannya positif namun korelasi lemah. Pengetahuan ibu yang baik sangat krusial dalam menjaga status gizi anak, terutama dalam peran untuk menyusun menu, mengelola pola makan, dan frekuensi pemberian makan balita. Namun, nilai korelasi lemah memberikan gambaran bahwa pengetahuan ibu bukan satu-satunya faktor penentu dalam status gizi balita. Status gizi juga dipengaruhi oleh faktor eksternal lain (multifaktorial) seperti status ekonomi, akses terhadap bahan pangan bergizi, serta riwayat penyakit infeksi pada balita.
Views
Downloads
References
[1] R. Susanti dan R. A. Putri, “Hubungan Pola Pemberian Makan Balita dengan Status Gizi di Posyandu Karang Jati,” Journal of Holistics and Health Sciences, vol. 5, no. 2, Sep 2023.
[2] D. Simbolon, Pencegahan Stunting Melalui Intervensi Gizi Spesifik Pada Ibu Menyusui Anak Usia 0-24 Bulan, 1 ed., vol. 1. Media Sahabat Cendekia, 2019.
[3] S. Wahyuni, A. Wahyuningsih, dan L. Hartati, “Hubungan pengetahuan ibu tentang pemenuhan gizi seimbang dengan status gizi pada balita usia 24-35 bulan di desa Manjung Ngawen, Klaten,” INVOLUSI: Jurnal Ilmu Kebidanan, vol. 12, no. 2, hlm. 42–47, 2022.
[4] D. Dahlia, N. Hafizh Pratama, dan Julianti, “Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial Dampak Kemiskinan Terhadap Pertumbuhan Gizi Anak Di Menes Kabupaten Pandeglang,” Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial, vol. 2, no. 12, hlm. 731–737, Jun 2025, doi: 10.5281/zenodo.15715837.
[5] D. U. Al Faruq, “Angka Stunting di Kota Malang Naik Jadi 22,4 Persen,” Metro TV News, Malang, 13 Agustus 2025.
[6] S. Rumlah, “Masalah Sosial Dan Solusi Dalam Menghadapi Fenomena Stunting Pada Anak,” Jurnal Pendidikan Sejarah & Sejarah FKIP Universitas Jambi, vol. 1, no. 3, hlm. 83–91, 2022.
[7] M. Majid, A. J. Tharihk, dan R. Zarkasyi, Cegah stunting melalui perilaku hidup sehat. NEM, 2022.
[8] A. Rizqiawan dan P. Alisya, “Hubungan Penerapan Prinsip Gizi Seimbang Dengan Status Gizi Mahasiswa,” Binawan Student Journal (BSJ), vol. 4, no. 2, hlm. 21–27, Agu 2022.
[9] S. Untari dan L. Himawati, “Tingkat Pengetahuan Remaja Tentang Covid-19 Di Desa Mayahan,” JIKA, vol. 5, no. 2, hlm. 20, 2021.
[10] D. Ertiana dan S. Zain, “Pendidikan dan pengetahuan ibu tentang gizi berhubungan dengan status gizi balita,” Jurnal Ilkes (Ilmu Kesehatan), vol. 14, no. 1, 2023.
[11] Alpin, “Hubungan Karakteristik Ibu dengan Status Gizi Buruk Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Tawanga Kabupaten Konawe,” Nursing Care and Health Technology Journal (NCHAT), vol. 1, no. 2, hlm. 97–83, Sep 2021.
[12] R. Rinayati, S. F. Nisrina, H. Harsono, dan S. Santoso, “Peningkatan Keterampilan Kader Posyandu dalam Deteksi Stunting sesuai Permenkes Ri Nomor 2 Tahun 2020,” Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), vol. 6, no. 2, hlm. 575–587, Feb 2023, doi: 10.33024/jkpm.v6i2.8389.
[13] I. S. Paramita, H. Atasasih, dan D. Rahayu, Penilaian Status Gizi Antropometri Pada Balita. PENERBIT SALNESIA (CV. SARANA ILMU INDONESIA), 2024.
[14] S. Sutrisno dan H. Tamim, “Hubungan Tingkat Pendidikan dan Pengetahuan Ibu Tentang Gizi dengan Status Gizi pada Balita di Posyandu Abung Timur Wilayah Kerja Puskesmas Bumi Agung Kabupaten Lampung Utara Tahun 2020,” Jurnal Ilmu Medis Indonesia, vol. 2, no. 2, hlm. 77–83, Mar 2023, doi: 10.35912/jimi.v2i2.1513.
[15] S. Marhamah, R. Damanik, dan S. Darmi, “Hubungan Tingkat Pengetahuan, Sikap Dan Sumber Informasi Orang Tua Untuk Pencegahan Gizi Buruk Pada Balita Di Rsud Jagakarsa Tahun 2021,” SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah, vol. 1, no. 3, hlm. 665–673, Nov 2022.
[16] N. Chabibah, M. Khanifah, dan R. Kristiyanti, “Analisis Asupan Zat Gizi Batita Berdasarkan Tingkat Pendidikan, Status Bekerja dan Pengetahuan Ibu,” Jurnal Riset Gizi, vol. 9, no. 1, hlm. 1, Mei 2021.
[17] G. Ayuningtyas, “Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu Dengan Status Gizi Balita,” Journal Of Noursing Research, vol. 1, no. 1, 2021.
[18] P. Pertiwi, H. Haniarti, dan N. Nurlinda, “Faktor yang Berpengaruh dengan Status Gizi Balita di Perkotaan dan Perdesaan,” Jurnal Keperawatan Profesional (KEPO), vol. 5, no. 1, hlm. 146–160, Mei 2024, doi: 10.36590/kepo.v5i1.713.
[19] H. Munawaroh dkk., “Peranan Orang Tua Dalam Pemenuhan Gizi Seimbang Sebagai Upaya Pencegahan Stunting Pada Anak Usia 4-5 Tahun,” vol. 3, no. 2, hlm. 47–60, 2022, [Daring]. Tersedia pada: http://e-journal.ivet.ac.id/index.php/sc
[20] T. Pramudyaning, R. Nuzuliana, dan K. Diniyah, “Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Gizi Dengan Status Gizi Pada Batita Di Wilayah Kerja Puskesmas Gamping I Yogyakarta,” Borneo Nursing Journal (BNJ), vol. 8, no. 1, 2026, [Daring]. Tersedia pada: https://bnj.akys.ac.id/BNJ
[21] A. Masturoh, N. T. Sumanti, dan Nelvi, “Pola Asuh Keluarga, Status Ekonomi dan Pelayanan Kesehatan Posyandu Dimasa Pandemi Covid-19 Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Usia 1-5 Tahun,” SIMFISIS Jurnal Kebidanan Indonesia, vol. 1, no. 4, hlm. 195–205, Mei 2022, doi: 10.53801/sjki.v1i4.44.
[22] S. M. Br Bangun, I. Irmayani, dan B. Lubis, “The Impact of Financial Literacy and Household Food Security on the Prevention of Stunting among Toddlers in Lubuk PakamSubdistrict, Deli Serdang Regency,” Jurnal Kesmas Dan Gizi (JKG), vol. 8, no. 1, hlm. 354–360, Okt 2025, doi: 10.35451/j0t94544.
[23] F. Eldrian, M. Karinda, R. Setianto, B. Arbitya Dewi, dan Y. Handayani Gusmira, “Hubungan Riwayat Penyakit Infeksi Dengan Kejadian Stunting Pada Balita di Puskesmas Cipadung Kota Bandung,” Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS.Dr. Soetomo, vol. 9, no. 1, Apr 2023.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 JUBIDA- Jurnal Kebidanan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
JUBIDA - Journal of Midwifery provides open access to anyone, ensuring that the information and findings in the article are useful to everyone. This journal article's entire contents can be accessed and downloaded for free. In accordance with the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

JUBIDA - Journal of Midwifery is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0





