HUBUNGAN KEBIASAAN SARAPAN DAN ESTIMASI ASUPAN VITAMIN D DENGAN TINGKAT NYERI DISMENORE PRIMER PADA REMAJA PUTRI DI SMAN 5 MALANG
DOI:
https://doi.org/10.58794/jubida.v5i1.2034Keywords:
Kebiasaan Sarapan, Asupan Vitamin D, Dismenore Primer, Remaja Putri, Status GiziAbstract
Dismenore primer merupakan nyeri menstruasi tanpa kelainan organik yang sering dialami remaja putri dan dapat mengganggu aktivitas belajar serta kualitas hidup. Faktor gizi, termasuk kebiasaan sarapan dan asupan vitamin D, diduga berperan dalam memengaruhi keparahan nyeri melalui mekanisme metabolik dan inflamasi. Tujuan: Menganalisis hubungan kebiasaan sarapan dan estimasi asupan vitamin D dengan tingkat nyeri dismenore primer pada remaja putri di SMAN 5 Malang. Metode: Penelitian analitik kuantitatif dengan desain cross-sectional ini menghitung besar sampel menggunakan rumus Slovin (margin of error 10%) dan diperoleh jumlah minimal 88 responden. Sebanyak 99 siswi yang memenuhi kriteria inklusi dan bersedia berpartisipasi sehingga seluruhnya diikutsertakan dalam penelitian, sampel dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Kebiasaan sarapan diukur menggunakan Breakfast Habit Questionnaire dan dikategorikan menjadi baik dan tidak baik. Estimasi asupan vitamin D diukur menggunakan Semi-Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ) dan dikategorikan menjadi cukup dan kurang berdasarkan Angka Kecukupan Gizi (600 IU/hari). Tingkat nyeri diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) dan dikategorikan menjadi ringan (1-3) serta sedang-berat (4-10). Analisis dilakukan menggunakan uji Chi-Square dan perhitungan Odds Ratio (OR). Hasil: Terdapat hubungan antara kebiasaan sarapan dan tingkat nyeri dismenore (χ² = 4,241; df = 1; p = 0,039; OR = 2,42 (95% CI: 1,03-5,65)). Responden dengan kebiasaan sarapan tidak baik memiliki peluang 2,42 kali lebih besar mengalami nyeri sedang-berat dibandingkan yang memiliki kebiasaan baik. Hubungan juga ditemukan antara estimasi asupan vitamin D dan tingkat nyeri dismenore (χ² = 4,833; df = 1; p = 0,028; OR = 2,49 (95% CI: 1,10-5,65)). Responden dengan asupan vitamin D kurang memiliki peluang 2,49 kali lebih besar mengalami nyeri sedang-berat dibandingkan yang asupannya cukup. Kesimpulan: Terdapat hubungan signifikan antara kebiasaan sarapan dan kecukupan asupan vitamin D dengan tingkat nyeri dismenore primer pada remaja putri.
Views
Downloads
References
[1] Resty Hermawahyuni, S. Handayani, and R. D. Alnur, “Faktor Risiko Kejadian Dismenore Primer Pada Siswi di SMK PGRI 1 Jakarta Timur,” Jurnal Kesehatan Komunitas, vol. 8, no. 1, 2022, doi: 10.25311/keskom.vol8.iss1.1079.
[2] R. R. Apriana, A. Hikmanti, and F. H. N. Adriyani, “Penerapan akupresur titik sanyinjiao dan hegu untuk remaja putri dengan dismenore primer,” Jurnal Kebidanan Kestra, vol. 6, no. 1, 2023.
[3] Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, “Laporan Riset Kesehatan Dasar (RISKESDES) 2018: Nasional,” Jakarta, 2018.
[4] T. Liu et al., “Academic stress and irregular menstruation influence the dysmenorrhea, school absenteeism and healthcare seeking among adolescent girls in junior high school in Shanghai: a cross-sectional study,” Frontiers in Reproductive Health, vol. Volume 7-2025, 2025, doi: 10.3389/frph.2025.1574195.
[5] A. Pratiwi, Y. Sulistiawatia, D. Kumalasari, and Fitriana, “Pengaruh Senam Dismenore Terhadap Penurunan Nyeri Dismenore Pada Santriwati,” Jurnal Maternitas Aisyah (JAMAN AISYAH), vol. 3, no. 2, 2022, doi: 10.30604/jaman.v3i2.579.
[6] T. Fujiwara et al., “Breakfast skipping in female college students is a potential and preventable predictor of gynecologic disorders at health service centers,” Diagnostics, vol. 10, no. 7, 2020, doi: 10.3390/diagnostics10070476.
[7] UNICEF, “Analisis Lanskap Kelebihan Berat Badan dan Obesitas di Indonesia,” 2022.
[8] F. Abdi, M. A. Amjadi, F. Zaheri, and F. A. Rahnemaei, “Role of vitamin D and calcium in the relief of primary dysmenorrhea: a systematic review,” Obstet. Gynecol. Sci., vol. 64, no. 1, 2021, doi: 10.5468/OGS.20205.
[9] G. Dianisa, H. Herlambang, E. Kusdiyah, S. Tarawifa, and R. Suzan, “Hubungan Pengetahuan Tentang Manfaat Sinar Matahari Dengan Kadar Vitamin D Pada Wanita Usia Subur Di Rumah Sakit Mitra Kota Jambi,” Electronic Journal Scientific of Environmental Health And Disease, vol. 3, no. 1, 2022, doi: 10.22437/esehad.v3i1.20278.
[10] R. Ghandour, W. Hammoudeh, H. Stigum, R. Giacaman, H. Fjeld, and G. Holmboe-Ottesen, “Menstrual characteristics and dysmenorrhea among Palestinian adolescent refugee camp dwellers in the West Bank and Jordan: a cross-sectional study,” Archives of Public Health, vol. 81, no. 1, 2023, doi: 10.1186/s13690-023-01059-6.
[11] A. Donayeva et al., “Vitamin D and vitamin D receptor polymorphism in Asian adolescents with primary dysmenorrhea,” BMC Womens Health, vol. 23, no. 1, 2023, doi: 10.1186/s12905-023-02569-9.
[12] A. Amzajerdi, M. Keshavarz, E. Ghorbali, S. Pezaro, and F. Sarvi, “The effect of vitamin D on the severity of dysmenorrhea and menstrual blood loss: a randomized clinical trial,” BMC Womens Health, vol. 23, no. 1, 2023, doi: 10.1186/s12905-023-02284-5.
[13] A. Syafitri, “Hubungan Sarapan Terhadap Konsentrasi Siswa di SMAN 3 Kota Pekanbaru,” 2023.
[14] R. Rimahardika, “Asupan Vitamin D dan Paparan Sinar Matahari Pada Orang Yang Bekerja Di Dalam Ruangan Dan di Luar Ruangan,” 2016.
[15] N. A. Fathrani, Yusriani, and A. Rizki Amelia AP, “Gambaran Kepatuhan Siswi Mengkonsumsi Tablet Tambah Darah di MAN 2 Kota Makassar,” Window of Public Health Journal, vol. 5, no. 6, 2024, doi: 10.33096/woph.v5i6.2044.
[16] N. Al-Faida, “Pengaruh Kebiasaan Sarapan Terhadap Konsentrasi Belajar Mahasiswa Stikes Persada Nabire Provinsi Papua,” IKESMA, vol. 17, no. 2, 2021, doi: 10.19184/ikesma.v17i1.22397.
[17] H. Halim, K. Kuswati, and H. Hidayani, “Hubungan Pengetahuan, Sikap Dan Perilaku Melewatkan Sarapan Pagi Dengan Dismenore Primer Pada Remaja Putri di SMA Negeri 1 Toboali Tahun 2022,” SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah, vol. 2, no. 7, 2023, doi: 10.55681/sentri.v2i7.1170.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 JUBIDA- Jurnal Kebidanan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
JUBIDA - Journal of Midwifery provides open access to anyone, ensuring that the information and findings in the article are useful to everyone. This journal article's entire contents can be accessed and downloaded for free. In accordance with the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

JUBIDA - Journal of Midwifery is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0





