MOTORIK KASAR BAYI USIA 6 – 8 BULAN DENGAN BABY MASSAGE THERAPY
DOI:
https://doi.org/10.58794/jubida.v4i2.1882Keywords:
Terapi Komplementer, Motorik Kasar, Perkembangan Bayi, Pijat BayiAbstract
Permasalahan tumbuh kembang pada bayi dan balita merupakan hal yang urgent yang perlu segera di tindak lanjuti. Hal ini dikarenakan beberapa faktor diantaranya ibu balita yang belum memahami akan pentingnya deteksi dini pertumbuhan dan perkembangan balita. Deteksi dini tumbang pada balita salah satu upayanya yaitu dengan melakukan pijat pada bayi/balita dimana dengan upaya tersebut dapat mempengaruhi tumbuh kembang balita sehingga pertumbuhannya bisa optimal. Tujuan penelitian untuk mengetahui pentingnya baby massage terhadap motorik duduk tanpa dipegang bayi usia 6-8 bulan. Rancangan penelitian yang diterapkan pada penelitian ini menggunakan Quasi eksperimental design. Desain ini memiliki hasil sebelum dan sesudah diberikan perlakuan pada kelompok kontrol dan kelompok intervensi. Penelitian dilakukan di posyandu Anggrek, Wilayah kerja puskesmas Lubuk besar, Bangka Tengah. Populasi sampel dalam penelitian ini adalah bayi usia 6 sampai 8 bulan yang ada di Posyandu Anggrek, Lubuk Besar, Bangka Tengah. Berdasarkan kriteria penilaian uji pengaruh nilai signifikansi tersebut memiliki arti terdapat pengaruh motorik kasar duduk tanpa di pegang bayi usia 6– 8 bulan dengan baby massage therapy , sehingga dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima. Hasil uji perbandingan menunjukkan Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0.690 (>0.05). Berdasarkan kriteria penilaian uji perbandingan nilai signifikansi tersebut, memiliki arti tidak ada perbandingan pengaruh motorik kasar duduk tanpa di pegang bayi usia 6–8 bulan dengan baby massage therapy, sehingga dapat disimpulkan bahwa H0 diterima dan H1ditolak. Disimpulkan bahwa Baby massage dapat membantu meningkatkan kemampuan motorik kasar khususnya duduk tanpa dipegang.
References
. F. Olavianty, A. Purnamasari, dan T. S. R. Situmorang, “Pengaruh pijat bayi terhadap motorik kasar pada bayi usia 6–12 bulan di wilayah kerja Puskesmas Pulau Sapi,” J. Ilm. Kebidanan Imelda, vol. 10, no. 2, pp. 103–109, 2024.
. L. Zaidah, “Pengaruh baby gym terhadap motorik kasar pada anak delayed development usia 3–12 bulan di Posyandu Melati Purnayan Kotagede Yogyakarta,” J. Ilm. Fisioterapi, vol. 3, no. 1, pp. 8–14, 2020.
. Saraswati, P. M. Kharismawan, Dewi, G. Vittala, dan Pramita, “Pemeriksaan kemampuan motorik anak dan sosialisasi stimulasi sensomotorik berbasis home based stimulation,” Widya Laksana, vol. 13, no. 2, 2024.
. A. Yulianti, “Pengaruh baby massage dan sensory play exercise terhadap peningkatan berat badan bayi usia 6–12 bulan,” J. Ilm. Kesehat. Media Husada, vol. 14, no. 1, pp. 67–76, 2025.
. S. Usrati, T. D. Santi, dan F. A. Amin, “Faktor yang berhubungan dengan perkembangan motorik kasar pada batita,” Saintekes: J. Sains Teknologi dan Kesehatan, vol. 2, no. 1, pp. 1–11, 2023.
. Kementerian Kesehatan RI, Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023. [Online]. Tersedia: https://www.badankebijakan.kemkes.go.id/hasil-ski-2023/. [Diakses: 2025].
. I. I. Roseanamerry, “Pengaruh pijat bayi terhadap berat badan bayi berat lahir rendah,” J. Health Education and Literacy, vol. 2, pp. 33–38, Mar. 2025.
. G. Farras, B. Chintia, dan A. Almiski, “Pengaruh baby massage terhadap pertumbuhan dan perkembangan bayi usia 1–3 bulan,” Jurnal Jomparnd, 2025. [Online]. Tersedia: https://jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj
. T. Pratiwi, “Pengaruh pijat bayi terhadap kualitas tidur bayi usia 1–6 bulan,” J. Kesehat. Masy., vol. 7, no. 1, pp. 9–13, 2021.
. L. K. Sa’diya, T. Wahyuningrum, dan Y. Nurtyas, “The effect of baby solus per aqua (baby spa) to sensory, fine motor, and gross motor skill,” 2020.
. R. Adatul’aisy et al., “Perkembangan kognitif dan motorik anak usia dini,” Khirani: J. PAUD, vol. 1, no. 4, pp. 82–93, 2023.
. A. R. Ariesty, F. Fitriani, dan E. Enggar, “Pijat bayi sebagai terapi komplementer dalam meningkatkan kualitas tidur bayi,” J. Medika Nusantara, vol. 2, no. 1, pp. 173–182, 2024.
. J. Susanti, Efektivitas pijat bayi terhadap peningkatan motorik bayi usia 6–12 bulan, Tesis, Institut Kesehatan Helvetia Medan, 2019.
. M. Syahfitri et al., “Pengaruh baby spa terhadap kenaikan berat badan dan perkembangan motorik,” J. Ners, vol. 8, no. 1, pp. 612–616, 2024.
. N. Fatmawati, Asuhan Neonatus, Bayi, Balita dan Anak Prasekolah. Jawa Tengah: Eureka Media Aksara, 2023.
. A. A. Merlly Amalia, “Efektivitas pijat bayi terhadap perkembangan motorik kasar bayi usia 3–7 bulan,” Bunda Edu-Midiwifery J., pp. 578–582, 2025.
. Soetjiningsih dan I. G. Ranuh, Tumbuh Kembang Anak. Jakarta: EGC, 2016.
. F. Fenny, M. Amirul, dan Yennizar, “Implementasi bermain outdoor dalam mengembangkan motorik kasar,” DZUURIYAT: J. PAUD Islam, vol. 1, no. 2, pp. 60–71, 2023.
. A. F. Fatmawati, Pengembangan Fisik Motorik Anak Usia Dini. 2020. [Online]. Tersedia: http://elibrary.sekolahsabilillah.sch.id
. Y. Zi, Early Motor Development and Physical Activity: A Behavioral Genetic Approach, 2024. https://doi.org/10.5463/thesis.950
. Sulastri, “Gambaran perkembangan motorik kasar bayi yang diberikan ASI non eksklusif,” Skripsi, Univ. Muhammadiyah Surakarta, 2017.
. Y. Merida, “Pengaruh pijat bayi dengan tumbuh kembang bayi,” J. Kesehatan, vol. 11, no. 1, pp. 27–32, 2022.
. U. Roesli, Pedoman Pijat Bayi Prematur dan Bayi Usia 0–3 Bulan. Jakarta: Trubus Agriwidya, 2017.
. E. Dianti, “Mengembangkan motorik kasar anak usia dini melalui gerak dan lagu,” Pernik7, pp. 52–61, 2024.
. F. N. Hanifa, “Pengaruh pijat bayi dengan tumbuh kembang bayi,” J. Kesehatan, vol. 11, no. 1, pp. 27–32, 2022.
. B. D. Winarsih et al., “Pijat bayi dan metode kanguru terhadap peningkatan berat badan BBLR,” J. Pengabdian Kesehatan, vol. 5, no. 2, pp. 101–110, 2022.
. R. Sadarang, “Kajian kejadian berat badan lahir rendah di Indonesia,” J. Kesmas Jambi, vol. 5, no. 2, pp. 28–35, 2021.
. D. Yunita, A. Luithfi, dan E. Erlinawati, “Hubungan pemberian stimulasi dini dengan perkembangan motorik balita,” J. Kesehatan Tambusai, vol. 1, no. 2, 2020.
. I. Makaliwei, R. Wuilan, dan P. Hastuti, “Pengaruh pijat bayi terhadap perkembangan bahasa,” 2023.
. I. Makaliwei, R. Wuilan, dan P. Hastuti, “Pengaruh pijat bayi terhadap perkembangan bahasa pada bayi speech delay, Midwife Education Research Journal, 2023.
. B. D. Winarsih, S. Hartini, D. T. Leistari, W. Yuisianto, dan N. Faidah, “Pijat bayi dan perawatan metode kanguru sebagai upaya peningkatan berat badan pada BBLR,” Jurnal Pengabdian Kesehatan, vol. 5, no. 2, pp. 101–110, 2022.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 JUBIDA- Jurnal Kebidanan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
JUBIDA - Journal of Midwifery provides open access to anyone, ensuring that the information and findings in the article are useful to everyone. This journal article's entire contents can be accessed and downloaded for free. In accordance with the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

JUBIDA - Journal of Midwifery is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0





