EFEKTIVITAS PENCATATAN KESEHATAN DIGITAL TERINTEGRASI SATU SEHAT TERHADAP PENINGKATAN LITERASI KESEHATAN JEMAAT GEREJA
DOI:
https://doi.org/10.58794/jubida.v4i2.1840Keywords:
Satu Sehat, Literasi Kesehatan, Jemaat Gereja, Pencatatan Digital, Pencegahan PTMAbstract
Transformasi digital kesehatan melalui program SATUSEHAT merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam membangun sistem rekam medis elektronik terintegrasi untuk meningkatkan akses, pencatatan, dan pemantauan kesehatan masyarakat. Namun, pemanfaatannya pada komunitas keagamaan seperti jemaat gereja masih terbatas karena rendahnya literasi digital dan kesadaran kesehatan. Kondisi ini berdampak pada rendahnya upaya deteksi dini penyakit tidak menular (PTM), khususnya hipertensi dan diabetes melitus, yang menjadi fokus penelitian ini karena prevalensinya tinggi dan berkontribusi pada peningkatan morbiditas di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas pencatatan kesehatan digital terintegrasi SATUSEHAT terhadap peningkatan literasi kesehatan jemaat gereja, mencakup aspek pengetahuan, sikap, dan keterampilan. Metode penelitian menggunakan desain quasi-experimental dengan pendekatan one group pre-test dan post-test, melibatkan 50 jemaat Gereja Protestan Indonesia (GPI) Payung Sekaki, Kota Pekanbaru. Intervensi dilakukan melalui pelatihan dan pendampingan penggunaan aplikasi SATUSEHAT serta edukasi pencegahan penyakit tidak menular (PTM). Data dikumpulkan melalui kuesioner literasi kesehatan, tes keterampilan digital, dan wawancara semi-terstruktur. Analisis statistik menggunakan paired t-test menunjukkan peningkatan signifikan pada seluruh dimensi literasi kesehatan (p < 0,05): pengetahuan meningkat 26%, sikap 10%, dan keterampilan digital 48%. Hasil kualitatif memperkuat temuan tersebut, di mana jemaat menunjukkan peningkatan kesadaran terhadap pentingnya pemeriksaan rutin dan pencatatan kesehatan mandiri. Dukungan kader dan pimpinan gereja menjadi faktor kunci keberhasilan intervensi. Secara keseluruhan, pelatihan SATUSEHAT terbukti efektif meningkatkan literasi kesehatan digital dan perilaku hidup sehat jemaat, serta memperkuat peran gereja sebagai pusat pemberdayaan kesehatan komunitas.
References
K. RI, “Pedoman implementasi Satu Sehat : Transformasi digital kesehatan nasional,” Kementeri. Kesehat. Republik Indones., 2023.
WHO, “Noncommunicable diseases country profiles 2020,” Geneva World Heal. Organ., 2020.
K. P. Williams, R.M., Palar, K. & Derose, “Church-based health promotion interventions: Evidence and opportunities.,” J. Relig. Health, 2018.
Hidayat, R., Nuryanto, S. & Sari, P., “Peran komunitas keagamaan dalam promosi kesehatan di Indonesia,” Indones. J. Community Heal., 2020.
United Nations Development Programme (UNDP), “Sustainable Development Goals (SDGs),” New York United Nations Dev. Program., 2021.
M. Kim, S., Park, H., & Lee, “Church-Based Digital Screening Model for Hypertension Monitoring in South Korea,” BMC Public Health, 2024.
E. Johnson, M., & Brown, “Faith-Based Digital Health Adoption Framework in Community Populations,” J. Med. Internet Res., 2023.
WHO, “Framework on integrated people-centred health services,” Geneva World Heal. Organ., 2016.
A. Kusnanto, H., Hidayat, R. & Wicaksono, “Community-based health management model to prevent non-communicable diseases in Indonesia,” J. Kesehat. Masy., 2019.
S. Notoatmodjo, “Promosi kesehatan dan perilaku kesehatan,” Jakarta: Rineka Cipta., 2012.
H. Sari, P., Hidayat, R. & Kusnanto, “Digital health record for community-based prevention of non-communicable diseases in Indonesia,” BMC Public Health, 2021.
Ministry of Health Indonesia., “SATUSEHAT National Implementation and Adoption Report,” Kemenkes RI., 2024.
et al. Zhang, Y., “Associations between digital literacy, health literacy, and digital health behaviors among rural residents: evidence from Zhejiang, China,” Int. J. Equity Health, 2024.
et al. Chen, L., “Community-based interventions to improve e-health literacy among older adults,” Heal. BMC Public, 2024.
et al. Siripong, W., “The Role of Digital Media and Technologies and eHealth Literacy in Elderly Holistic Healthcare Practices: A Literature Review,” Naresuan Univ. J. Sci. Technol., 2024.
et al. Sorensen, K., “Health literacy and public health: A systematic review and integration of definitions and models,” BMC Public Health, 2021.
A. ( Hidayat, R., & Nugroho, “Community engagement in digital health transformation: The role of religious organizations in Indonesia,” J. Public health Res..
D. Nutbeam, “Health promotion glossary—new terms,” Health Promot. Int., 2021.
WHO, “Global report on digital health 2023: Transforming health systems for the digital age,” Geneva WHO Press., 2023.
et al Greenhalgh, T., “Adoption of digital health tools across diverse populations: Barriers and facilitators,” Lancet Digit. Heal., 2022.
MoH., “Indonesia Digital Health Blueprint,” Minist. Heal. Indones., 2022.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 JUBIDA- Jurnal Kebidanan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
JUBIDA - Journal of Midwifery provides open access to anyone, ensuring that the information and findings in the article are useful to everyone. This journal article's entire contents can be accessed and downloaded for free. In accordance with the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

JUBIDA - Journal of Midwifery is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0





