FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU DALAM PEMERIKSAAN TES HIV PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS CIASMARA

Authors

  • Andina Faiza Poltekkes Kemenkes Bandung
  • Djudju Sriwenda Poltekkes Kesehatan Kemenkes Bandung
  • Sri Mulyati Poltekkes Kesehatan Kemenkes Bandung
  • Kurniaty Ulfah Poltekkes Kesehatan Kemenkes Bandung

DOI:

https://doi.org/10.58794/jubida.v5i1.1819

Keywords:

Tes HIV, HIV/AIDS, Ibu Hamil

Abstract

Infeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan infeksi menular seksual (IMS) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di dunia dan Indonesia. Pada data tahun 2023 WHO menyatakan bahwa kasus HIV secara global sebanyak 40,4 juta jiwa yang terjangkit virus HIV. Angka kejadian kasus HIV/AIDS semakin melonjak salah satunya terdapat di Kabupaten Bogor yang memiliki angka kasus HIV/AIDS tahun 2023 tertinggi dengan jumlah kasus sebanyak 794 orang, angka ini mengalami peningkatan dari tahun 2022 tercatat kasus HIV sebanyak 746 orang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku dalam pemeriksaan tes HIV pada ibu hamil. Penelitian ini menggunakan desain studi cross sectional dengan sampel penelitian adalah 120 ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Ciasmara yang dipilih secara acak dengan metode cluster random sampling. Variabel independen dan dependen diukur dengan menggunakan kuesioner yang diolah sampai bivariat dengan menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian ini terdapat hubungan kerentanan yang dirasakan (p-value 0,005), bahaya yang dirasakan (p-value ≤ 0,001), manfaat yang dirasakan (p-value 0,023), hambatan yang dirasakan (p-value 0,001) dengan pemeriksaan tes HIV pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Ciasmara.

Views

0 kali

Downloads

0 kali

References

[1] W. H. O. 2023, Epidemiological fact sheet HIV statistics , globally and by WHO region , 2023. 2023.

[2] C. Calvert and C. Ronsmans, “The contribution of HIV to pregnancy-related mortality: A systematic review and meta-analysis,” Aids, vol. 27, no. 10, pp. 1631–1639, 2020.

[3] SIHA Kemkes, “Perkembangan Hiv Aids Dan Penyakit Infeksi Menular Seksual (Pims) Triwulan III 9Juni - September) Tahun 2022,” Situasi Hiv Aids Pims Triwulan III (Juni - Sept. Tahun 2022, pp. 1–15, 2022.

[4] Kemenkes, “LaporanTW_I_2023.pdf.” 2023.

[5] Endalamau Aklilu, Gremew Demeke, “HIV test coverage among pregnant women in Ethiopia: A systematic review and meta-analysis,” African J. AIDS Res., p. 259, 2021.

[6] Dinas Kesehatan, “Jumlah kasus HIV berdasarkan Kabupaten/kota di Jawa Barat,” opendata jabar.

[7] “Hubungan Antara Pengetahuan Dengan Sikap Wanita Usia Subur Tentang Human Immunodeficiency Virus/Acquired Immune Deficiency Syndrome,” Rochany, vol. 7, pp. 26–31.

[8] E. C. Green, E. M. Murphy, and K. Gryboski, “The Health Belief Model,” Wiley Encycl. Heal. Psychol., vol. 2, pp. 211–214, 2020.

[9] S. A. Putri, W. Aryawati, and N. Sari, “Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Tes Hiv Pada Ibu Hamil Di Wilayah Kerja Puskesmas Panjang Kota Bandar Lampung Tahun 2020,” Indones. J. Heal. Med., vol. 1, no. 4, pp. 570–583, 2021.

[10] A. Widiani and J. Sriwitati, “Relationship of Pregnant Women’S Perception About Hiv / Aids With the Implementation of Hiv Tests,” J. Kebidanan, vol. 9, no. 2, p. 125, 2019.

[11] C. W. Citra, D. D. Nuryani, and C. A. Febriani, “Pemanfaatan Vct Pada Orang Berisiko Tertular HIV/Aids Puskesmas Kota Bandar Lampung,” Poltekita J. Ilmu Kesehat., vol. 15, no. 2, pp. 118–127, 2021.

[12] S. Notoadmodjo, Promosi Kesehatan & Prilaku Kesehatan. 2012.

[13] Menteri Kesehatan RI, Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2017 Tentang Penyelenggaraan Imunisasi. jakarta, 2017.

[14] S. Nababan, M. F. Papilaya, and M. A. Udji Sofro, “Hubungan Pengetahuan dan Persepsi Ibu dengan Pemanfaatan Layanan Provider Initiated HIV Testing Counselling di Maluku,” Medica Hosp. J. Clin. Med., vol. 7, no. 1, pp. 6–11, 2020.

[15] P. Verasita, U. R. Budihastuti, and B. Murti, “Contextual Effect of Community Health Service on the Use of Triple Elimination Service,” J. Matern. Child Heal., vol. 5, no. 1, pp. 67–77, 2021.

[16] H. Solikun and N. Ika, “Analisis Faktor yang Berhubungan dengan Pemanfaatan Klinik VCT Pada LSL Remaja dengan Pendekatan Teori Health Belief Model (HBM) di Kota Kediri,” vol. 2, no. 1, pp. 43–55, 2020.

[17] E. Kurniawan et al., “Faktor yang Mempengaruhi Pemanfaatan Voluntary Counseling and Testing (VCT) Mobile HIV/AIDS di Kota Palu,” vol. 13, 2022.

[18] H. H. Mindayani Sri, “Analisis Perilaku Pencegahan Penularan Hiv/Aids Dengan Pendekatan Health Belief Model (Hbm) Pada Wbp Di Lapas Kelas Iia Padang,” J. Univ. Muhmmadiyah Surakarta, vol. 2, p. 5, 2018.

[19] W. yanri Mutia Dwi, “Faktor yang memengaruhi partisipasi ibu hamil melakukan skrining HIV di puskesmas Yogyakarta,” BKM J. Community Med. Public Heal., vol. 32, 2019.

[20] N. . Bibiana, P. . Emmanuel, D. Amos, Y. . Ramsey, and A. . Idris, “Knowledge, attitude and factors affecting voluntary HIV counseling and testing services among women of reproductive age group in an Abuja Suburb community, Nigeria,” Med. J. Zambia, vol. 45, no. 1, pp. 13–22, 2018.

[21] S. Mindayani and H. Hidayat, “Analisis Perilaku Pencegahan Penularan Hiv/Aids Dengan Pendekatan Health Belief Model (Hbm) Pada Wbp Di Lapas Kelas Iia Padang,” J. Kesehat., vol. 7621, no. 1, pp. 33–43, 2019.

[22] T. F. Hikmah, A. Widanti, and I. E. Kurnia SL, “Protection of Human Right for Pregnant Women in Implementing HIV/AIDS Screening for Prevention of HIV/AIDS transmission from mother to Child in Bantul District Health Center,” Soepra, vol. 5, no. 1, p. 10, 2019.

Downloads

Published

2026-06-05

Issue

Section

Articles