Peran Duta Generasi Berencana (Genre) Kota Medan Upaya Peningkatan Pengetahuan Tentang Anemia Dan Seks Bebas Pada Teman Sebaya di PPA Talitakum Medan

Authors

  • Lusiana Gultom Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Medan
  • Hanna Sriyanti Saragih Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Medan
  • Nilda Yulita Siregar Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Medan

DOI:

https://doi.org/10.58794/jdt.v6i2.2007

Keywords:

Genre Ambassador, Knowledge, Anemia, Casual Sex

Abstract

Remaja merupakan kelompok rentan mengalami anemia dan perilaku seks bebas akibat kurangnya pengetahuan kesehatan reproduksi. Kondisi ini juga ditemukan pada remaja binaan PPA Talitakum Medan, yang sebagian besar belum pernah memperoleh edukasi pencegahan anemia maupun perilaku berisiko. Karena itu diperlukan upaya edukatif yang menarik dan sesuai karakteristik remaja agar mampu menjaga kesehatan diri serta menjadi agen perubahan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan remaja tentang anemia dan perilaku seks bebas melalui peran Duta Generasi Berencana (GENRE) Kota Medan sebagai pendidik sebaya di PPA Talitakum Medan. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif-edukatif dengan lima tahap: pendekatan mitra, analisis situasi, perencanaan, pelaksanaan penyuluhan, dan evaluasi. Jumlah peserta responden dalam pengabdian ini sebanya 60 responden. Kegiatan inti berupa penyuluhan dan pelatihan interaktif melalui ceramah, diskusi, video edukatif, dan permainan. Evaluasi dilakukan dengan pretest dan posttest. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan yang nyata. Sebelum edukasi tidak ada peserta berpengetahuan baik; 46,7% cukup dan 53,3% kurang. Setelah edukasi, 88,3% menjadi berpengetahuan baik dan 11,7% cukup, tanpa peserta berpengetahuan kurang. Temuan ini menunjukkan pelatihan dan pendampingan oleh Duta GENRE efektif meningkatkan pengetahuan remaja, memperkuat kesadaran menjaga kesehatan reproduksi, serta menegaskan peran Duta GENRE sebagai agen edukasi sebaya.

Views

52 kali

Downloads

39 kali

Downloads

Download data is not yet available.

References

[1] N. Chaku and P. E. Davis‐Kean, “Positioning adolescence in the developmental timeline,” J. Res. Adolesc., vol. 34, no. 4, pp. 1191–1200, 2024.

[2] A. D. N. Asyia, G. D. N. Sinurat, N. I. S. A. Dianto, and N. C. Apsari, “Pengaruh Peer-Group Terhadap Perkembangan Self-Esteem Remaja The Influence of Peer Groups on the Development of Adolescent Self-Esteem,” J. Penelit. Dan Pengabdi. Kpd. Masy., vol. 3, no. 3, pp. 147–159, 2022.

[3] B. P. Statistik, “Jumlah penduduk menurut kelompok umur dan jenis kelamin,” Badan Pusat Statistik Republik Indonesia. [Online]. Available: https://www.bps.go.id/

[4] N. W. Matana, H. Jusuf, and D. S. Hiola, “Hubungan Pengetahuan dan Kecemasan dengan Kesiapan Menghadapi Menarche pada Siswi MTS Negeri 1 Kota Gorontalo,” J. Kolaboratif Sains, vol. 8, no. 4, pp. 1916–1925, 2025.

[5] F. Mastorci, M. F. L. Lazzeri, C. Vassalle, and A. Pingitore, “The transition from childhood to adolescence: Between health and vulnerability,” Children, vol. 11, no. 8, p. 989, 2024.

[6] E. Crocetti, F. Albarello, W. Meeus, and M. Rubini, “Identities: A developmental social-psychological perspective,” Eur. Rev. Soc. Psychol., vol. 34, no. 1, pp. 161–201, 2023.

[7] K. A. Brown, D. R. Patel, and D. Darmawan, “Participation in sports in relation to adolescent growth and development,” Transl. Pediatr., vol. 6, no. 3, p. 150, 2017.

[8] Balitbangkes, “Laporan Nasional Riskesdas,” Lembaga Penerbit Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. [Online]. Available: https://repository.badankebijakan.kemkes.go.id/id/eprint/3514

[9] G. WHO, “Intermittent iron and folic acid supplementation in menstruating women,” World Heal. Organ. Geneva, 2011.

[10] S. F. Simanungkalit and O. S. Simarmata, “Pengetahuan dan perilaku konsumsi remaja putri yang berhubungan dengan status anemia,” Bul. Penelit. Kesehat., vol. 47, no. 3, pp. 175–182, 2019, doi: 10.22435/bpk.v47i3.1269.

[11] R. E. Siregar, A. Apriliani, N. F. Hasanah, and S. F. Siregar, “Analisis faktor perilaku seksual remaja di kota medan,” AN-NUR J. Kaji. dan Pengemb. Kesehat. Masy., vol. 1, no. 1, pp. 99–108, 2020.

[12] B. S. D. Aningsih, D. N. Suhaid, D. W. K. K. Wardani, A. I. Pratiwi, E. M. Manungkalit, and L. P. Widowati, “Hubungan Jenis Kelamin Dan Pengetahuan Tentang Ims Dengan Perilaku Seks Bebas Pada Remaja,” J. Kebidanan, vol. 12, no. 1, pp. 1–7, 2023.

[13] S. Indonesia, “Indonesia demographic and health survey: Adolescent reproductive health,” 2017.

[14] E. S. A. Widyastuti, “Personal dan sosial yang mempengaruhi sikap remaja terhadap hubungan seks pranikah,” J. Promosi Kesehat. Indones., vol. 4, no. 2, pp. 75–85, 2009.

[15] D. U. Ikhwaningrum and T. D. Harsanti, “Pendidikan Seks Bagi Mahasiswa Sebagai Upaya Pencegahan Perilaku Seks Bebas,” J. Praksis dan Dedik. Sos., vol. 3, no. 2, pp. 68–72, 2020, doi: 10.17977/um032v3i2p68-72.

[16] Z. Zubaidah, S. Sabarrudin, and Y. Yulianti, “Urgensi Pendidikan seks pada remaja,” J. Educ. Res., vol. 4, no. 4, pp. 1737–1743, 2023.

[17] E. Timiyatun, S. A. Humairah, and E. Oktavianto, “Pendidikan kesehatan seks terhadap tingkat pengetahuan remaja putri: sex health education on the level of knowledge of adolescent girls,” J. Keperawatan Notokusumo, vol. 10, no. 1, pp. 28–35, 2022.

[18] P. N. Prabamurti, “Intervensi Pendidikan Seks dalam Upaya Pencegahan Perilaku Seks yang Menyimpang di Pondok Pesantren Nurul Mursyd Kecamatan Tembalang Semarang,” in Seminar Nasional Kolaborasi Pengabdian kepada Masyarakat, 2018, pp. 84–86.

[19] S. Widianingtyas, W. Yuliana, and Y. Wiguna, “Pendidikan Kesehatan Tentang Kesehatan Reproduksi pada Remaja,” J. Pengabdi. Masy. Kesehat., vol. 11, no. 1, pp. 29–33, 2025.

[20] F. Fauziyah, F. L. Tarigan, and L. Hakim, “Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Seks Bebas Pada Remaja Di Sma Negeri 1 Lhoksukon Kabupaten Aceh Utara Tahun 2021,” J. Healthc. Technol. Med., vol. 7, no. 2, pp. 1526–1545, 2022.

[21] H. A. Susanti, “Strategi komunikasi badan kependudukan dan keluarga berencana nasional (bkkbn),” J. Aspikom, vol. 2, no. 4, pp. 243–254, 2015, doi: 10.24329/aspikom.v2i4.75.

[22] F. T. Andayani and E. Ekowarni, “Peran relasi orang tua-anak dan tekanan teman sebaya terhadap kecenderungan perilaku pengambilan risiko,” Gadjah Mada J. Psychol., vol. 2, no. 2, pp. 138–151, 2016.

[23] M. Sabilla, T. Febrianti, and R. Efendi, “Analisis Perilaku dan Kebutuhan Informasi Kesehatan Reproduksi Melalui Pusat Informasi Konseling Remaja,” J. Kesehat. Indra Husada, vol. 7, no. 1, p. 1, 2019.

[24] S. Sunarti, “Sikap Remaja tentang Triad KRR (Seksualitas, Napza, HIV/AIS) di Kelompok PIK R tahap Tegar,” J. Ners dan Kebidanan (Journal Ners Midwifery), vol. 5, no. 2, pp. 105–110, 2018.

[25] D. Waluyo, H. Hidayanty, and A. Seweng, “pengaruh pendidikan gizi anemia terhadap peningkatan pengetahuan pada anak remaja sma negeri 21 makassar,” J. Kesehat. Masy. Marit., vol. 1, no. 3, 2018.

[26] A. R. Aziz, “Penerapan Program Generasi Berencana (Genre) Di Kota Palembang Application Of Generation Planning Program (Genre) In The City Og Palembang,” 2021.

[27] M. Y. Regen, “Implementasi Program Generasi Berencana (GenRe) Dalam Rangka Penyiapan Dan Perencanaan Kehidupan Berkeluarga Bagi Remaja Studi Pada Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Mandailing Natal,” 2019.

[28] A. Bandura, “Self-efficacy: toward a unifying theory of behavioral change.,” Psychol. Rev., vol. 84, no. 2, p. 191, 1977.

Downloads

Published

2026-07-20

Issue

Section

Articles