Pemberdayaan Kader Posyandu Dalam Pencegahan Dan Deteksi Dini Stunting Pada Baduta di Desa Kutalimbaru
DOI:
https://doi.org/10.58794/jdt.v6i2.1974Keywords:
Antropometri, Baduta, Deteksi Dini, Grafik KMS, Kader Posyandu, Pemberdayaan, Pencegahan, StuntingAbstract
Stunting pada baduta merupakan masalah gizi kronis yang berdampak jangka panjang pada pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, dan kualitas hidup anak. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan memberdayakan kader posyandu dan ibu baduta dalam pencegahan serta deteksi dini stunting melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan terkait stunting, pengukuran antropometri, dan pengisian grafik KMS di Desa Kutalimbaru, Kecamatan Kutalimbaru. Kegiatan dilakukan melalui edukasi dan pelatihan terstruktur yang terintegrasi dengan kegiatan posyandu, meliputi pre-test, penyuluhan menggunakan buku saku, demonstrasi dan praktik pengukuran antropometri serta pengisian KMS, kemudian evaluasi melalui post-test dan observasi. Sasaran kegiatan adalah 30 ibu baduta dan 15 kader posyandu. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan kader tentang stunting, ditandai seluruh kader mencapai kategori baik pada post-test (100%) dibandingkan pre-test yang masih didominasi kategori sedang (60%) dan kurang (20%). Keterampilan kader dalam pengisian grafik KMS meningkat dengan kategori baik dari 6,7% (pre-test) menjadi 86,7% (post-test), dan keterampilan antropometri meningkat dari 0% (kategori baik pada pre-test) menjadi 100% (kategori baik pada post-test). Pengetahuan ibu baduta tentang stunting juga meningkat, dengan kategori baik dari 6,7% (pre-test) menjadi 96,7% (post-test). Kegiatan ini menyimpulkan bahwa pemberdayaan melalui edukasi dan pelatihan terstruktur efektif meningkatkan kapasitas kader dan ibu baduta dalam pemantauan pertumbuhan serta pencegahan stunting di tingkat desa, dan direkomendasikan untuk direplikasi secara berkelanjutan melalui kolaborasi lintas sektor.
Views
Downloads
Downloads
References
[1] M. S. Oduro, S. Iddi, L. Asiedu, G. Asiki, and D. T. Kadengye, “Utilizing a multi-stage transition model for analysing child stunting in two urban slum settlements of Nairobi: A longitudinal analysis, 2011-2014,” PLoS One, vol. 19, no. 2, p. e0272684, 2024. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0272684
[2] Y. N. Deda, M. P. Marla Nahak, and A. Pala, “Global Trend of Stunting in The Last Decade: A Bibliometric Analysis.,” Amerta Nutr., vol. 8, no. 4, 2024. https://doi.org/10.20473/amnt.v8i4.2024.654-664
[3] Z. A. Alemu, A. A. Ahmed, A. W. Yalew, B. S. Birhanu, and B. F. Zaitchik, “Individual and community level factors with a significant role in determining child height-for-age Z score in East Gojjam Zone, Amhara Regional State, Ethiopia: a multilevel analysis,” Arch. Public Heal., vol. 75, no. 1, p. 27, 2017. https://doi.org/10.1186/s13690-017-0193-9
[4] L. K. Rizki and E. P. Rahayu, “Effect of Complementary Feeding on Stunting and Anaemia in Toddlers in Sidoarjo, East Java,” in The International Conference on Public Health Proceeding, 2020, pp. 111–116. https://doi.org/10.26911/the7thicph-FP.03.21
[5] Y. Kurnia and I. Ismarwati, “Correlation between Nutritional Status of Mothers During Pregnancy and Stunting Incidence at the Age of 24-59 Months at Godean Health Center 1,” J. Kebidanan, vol. 12, no. 1, pp. 61–68, 2023. https://doi.org/10.26714/jk.12.1.2023.61-68
[6] R. I. Kemenkes, “Profil kesehatan Indonesia 2018 [Indonesia health profile 2018],” 2019.
[7] M. Teja and K. S. P. A. K. D. P. R. RI, “2019 22 Stunting Balita Indonesia dan Penanggulangannya,” Info Singk., 2019.
[8] R. I. Kemenkes, “Hasil Utama Riset Kesehatan Dasar Tahun 2018,” Kementrian Kesehat. Republik Indones., pp. 1–100, 2018.
[9] R. Aghniya, I. Oktaviani, and S. Widiyanti, “Stunting and Child Development: Evidence from Pujo Basuki Village, Central Lampung,” J. Kesehat., vol. 16, no. 2, pp. 235–244, 2025. https://doi.org/10.26630/jk.v16i2.5077
[10] A. A. Awaludin, A. Nurrachmawati, A. D. Fitriani, and C. Reski, “The Long-Term Impact of Childhood Stunting on Cognitive Development and Educational Outcomes,” J. Penelit. Pendidik. IPA, vol. 11, no. 8, pp. 70–77, 2025, doi: 10.29303/jppipa.v11i8.12198. https://doi.org/10.29303/jppipa.v11i8.12198
[11] M. B. Haryono, S. Fauzi, A. Sumarna, D. Emuh, and E. Y. Listian, “Pengabdian kepada Masyarakat: Upaya Meningkatkan Kesadaran Masyarakat terhadap Pentingnya Posyandu di Kampung Cirawa, Desa Nyalindung,” Celeb. J. Community Serv., vol. 3, no. 2, pp. 451–458, 2024.
[12] H. Sinay, R. Tunny, A. P. Windari, and M. E. Pariama, “Peningkatan Pemanfaatan Layanan Posyandu Untuk Kesehatan Balita Di Desa Masnana, Kabupaten Buru Selatan,” Jompa Abdi J. Pengabdi. Masy., vol. 4, no. 2, pp. 144–152, 2025. https://doi.org/10.57218/jompaabdi.v4i2.1580
[13] A. Fitriana, “Gambaran Pengetahuan Dan Keterampilan Kader Dalam Pengukuran Antropometri Dan Pengisian Kms Di Wilayah Kerja Puskesmas Kedondong Kabupaten Pesawaran,” 2024, POLTEKKES KEMENKES TANJUNGKARANG.
[14] D. E. Nursyam et al., STUNTING PADA ANAK Pendekatan Komunitas untuk Pencegahan dan Pengamanan. Agus TS, 2026.
[15] N. Hasanah and W. Cahyaningrum, “Percepatan Penurunan Stunting, Penting (Peduli Stunting) Kelurahan Tanjung Harapan Nunukan Selatan Kalimantan Utara,” Peduli Stunting, vol. 49, 2023.
[16] S. N. Saindah, “Pengaruh Edukasi Kesehatan Dengan Media Audio Visual Terhadap Pengetahuan Ibu Tentang Stunting Pada Balita Di Desa Sitardas Kecamatan Badiri Kabupaten Tapanuli Tengah Tahun 2023,” 2023.
[17] N. Ruaida, “Gerakan 1000 hari pertama kehidupan mencegah terjadinya stunting (gizi pendek) di indonesia,” Glob. Heal. Sci., vol. 3, no. 2, pp. 139–151, 2018.
[18] S. A. Sakti, “Pengaruh Stunting pada tumbuh kembang anak periode golden age,” Biormatika J. Ilm. Fak. Kegur. dan ilmu Pendidik., vol. 6, no. 1, pp. 169–175, 2020.
[19] R. Darmayanti and B. Puspitasari, Upaya Pencegahan Stunting Saat Kehamilan. Penerbit Nem, 2021.
[20] A. Hapsari, “Buku ajar kesehatan reproduksi modul kesehatan reproduksi remaja,” Malang: Wineka Media, pp. 2–43, 2019.
[21] A. Likhar and M. S. Patil, “Importance of maternal nutrition in the first 1,000 days of life and its effects on child development: a narrative review,” Cureus, vol. 14, no. 10, 2022. https://doi.org/10.7759/cureus.30083
[22] A. Rahayu, F. Yulidasari, A. O. Putri, and F. Rahman, “Riwayat berat badan lahir dengan kejadian stunting pada anak usia bawah dua tahun,” Kesmas, vol. 10, no. 2, pp. 67–73, 2015. https://doi.org/10.21109/kesmas.v10i2.882
[23] E. Rahayu and H. Khoiriyah, “Efektivitas edukasi gizi terhadap penurunan risiko stunting pada balita di Kelurahan Yosomulyo Kota Metro,” J. Kesehat., vol. 9, no. 2, 2025.
[24] T. Y. D. Pamungkas, M. Maelina, P. P. Nugraha, and R. S. Brajawikalpa, “Peningkatan Kapasitas Kader Kesehatan dalam Pencegahan Stunting melalui Pelatihan Berbasis Regulasi di Desa Ragawacana, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat,” J. Pengabdi. Masy. Inov. Indones., vol. 3, no. 2, pp. 183–190, 2025. https://doi.org/10.54082/jpmii.753
[25] A. Maharani and H. Wulandari, “Dampak Stunting Terhadap Perkembangan Dan Pertumbuhan Anak Usia Dini,” Nusant. J. Ilmu Pengetah. Sos., vol. 12, no. 4, pp. 1667–1674, 2025.
[26] L. A. Laily and S. Indarjo, “Literature review: Dampak stunting terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak,” HIGEIA (Journal Public Heal. Res. Dev., vol. 7, no. 3, pp. 354–364, 2023. https://doi.org/10.15294/higeia.v7i3.63544
[27] K. Idrus, R. Asriana, and N. H. Sage, “Dampak Kesehatan Dan Gizi Yang Baik Pada Anak Usia Dini,” Indones. J. Heal. Psychol., vol. 1, no. 1, pp. 13–25, 2025.
[28] A. Mu’tafi et al., “Membangun Generasi Cerdas di Desa BINANGUN: Menuju Masa Depan Gemilang dengan Gizi Seimbang dan Bebas Stunting,” CENDEKIA J. Penelit. dan Pengkaj. Ilm., vol. 1, no. 9, pp. 589–597, 2024. https://doi.org/10.62335/2vj5v880
[29] S. W. P. R. Indonesia and K. K. B. P. Manusia, “Strategi nasional percepatan pencegahan anak kerdil (stunting) periode 2018-2024,” 2018.
[30] E. Afriansyah and L. Fitriyani, “Hubungan Riwayat Imunisasi Dasar Lengkap dan Riwayat Penyakit Infeksi dengan Kejadian Stunting pada Balita> 5 Tahun di Kota Depok Tahun 2023,” MAHESA Malahayati Heal. Student J, vol. 3, no. 8, pp. 2282–2289, 2023. https://doi.org/10.33024/mahesa.v3i8.10768
[31] S. Suhartika and N. W. D. Ekayanthi, “Keterampilan Menginterpretasikan Hasil Penimbangan Pada Kms Terkait Pengetahuan, Pelatihan Dan Keaktifan Kader Di Kota Bogor,” J. Pendidik. Kesehat., vol. 7, no. 1, pp. 37–41, 2018. https://doi.org/10.31290/jpk.v7i1.293
[32] S. Sugiarti and I. Dewi, “Suci Sugiarti Kualifikasi Dan Peran Kader Posyandu Dengan Pemantauan Tumbuh Kembang Balita,” JIMPK J. Ilm. Mhs. Penelit. Keperawatan, vol. 1, no. 4, 2021.
[33] Y. Trisnawati, “Pengaruh Edukasi Stunting Terhadap Pengetahuan dan Sikap Ibu Bayi dalam Pencegahan Stunting di Posyandu Kaca Piring,” J. Ilmu Kebidanan (Journal Midwivery Sci., vol. 10, no. 2, pp. 57–66, 2022. https://doi.org/10.36307/jik.v10i2.198
[34] D. P. Sari, N. Fanny, and A. L. Pradany, “Pengaruh Edukasi Pencegahan Stunting Tentang Satu Pilar Akses Pangan Bergizi Dengan Metode Brainstorming Terhadap Pengetahuan Ibu Baduta Di Taman Sari Timur,” J. Kebidanan Indones., vol. 11, no. 2, pp. 21–28, 2020. https://doi.org/10.36419/jkebin.v11i2.369
[35] T. Djaafar, A. Amsal, and N. Novarianti, “Peningkatan Pengetahuan dan Sikap Ibu Balita Dengan Media Leaflet Tentang Stunting,” J. Promot. Prev., vol. 7, no. 2, pp. 205–210, 2024.
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 JDISTIRA - Jurnal Pengabdian Inovasi dan Teknologi Kepada Masyarakat

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
JDISTIRA provides open access to anyone, ensuring that the information and findings in the article are useful to everyone. This journal article's entire contents can be accessed and downloaded for free. In accordance with the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

JDISTIRA is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0








