Pemberdayaan UMKM Kue Tradisional melalui Implementasi Smart-TradFood Menuju Ekowisata Kuliner Berkelanjutan

Authors

  • Mohammad Rofik Universitas Wiraraja
  • Ach. Desmantri Rahmanto Universitas Wiraraja
  • Purwati Ratna Wahyuni Universitas Wiraraja
  • Evi Dwi Hastri Universitas Wiraraja
  • Moh. Baqir Ainun Universitas Wiraraja

DOI:

https://doi.org/10.58794/jdt.v6i2.1812

Keywords:

Inovasi Smart-TradFood, Ekowisata, Kuliner, Digitalisasi

Abstract

Kondisi eksisting mitra sasaran yang memiliki potensi besar dibidang kue tradisional khas desa Kedatim, yaitu kue ghettas dan kue klepon serta apen dan nangghinang manis yang biasa disuguhkan pada acara budaya “Nyadhar” masih terkendala pada akses pada pasar luas. Inovasi Smart-TradFood melalui Pengabdian Kepada Masyarakat dilaksanakan di Desa Kebundadap Timur untuk memberdayakan pelaku UMKM kue tradisional khas Kedatim yang menghadapi keterbatasan alat produksi, efisiensi waktu, dan pemasaran digital. Mitra sasaran adalah kelompok pelestari kue tradisional kedatim yang masih menggunakan metode konvensional. Solusi yang ditawarkan meliputi penerapan teknologi Freeze-Dried, Vacuum Frying, dough mixer, deep fryer otomatis, vacuum sealer, serta pelatihan branding dan digital marketing. Metode pelaksanaan dilakukan melalui pendampingan partisipatif, pelatihan teknis, dan pengelolaan platform pemasaran daring. Hasil program menunjukkan peningkatan kapasitas produksi sebesar 40%, efisiensi waktu 60%, efisiensi penggunaan minyak 40%, peningkatan kemampuan digital 85%, dan penguasaan teknologi 100%. Program ini secara signifikan meningkatkan level keberdayaan mitra melalui penguasaan teknologi, diversifikasi produk frozen food, dan peningkatan akses pasar nasional, sehingga memperkuat posisi Desa Kebundadap Timur sebagai sentra eco-culinary tourism berbasis kearifan lokal dan inovasi digital sebagai ikon ekowisata kuliner berkelanjutan di Desa Kebundadap Timur.

Views

16 kali

Downloads

5 kali

Downloads

Download data is not yet available.

References

[1] Z. Mutaqin and H. Haidir, “Strategi Pengembangan Komoditas Unggulan Sektor Pangan Pada Kawasan Agropolitan Di Kota Pagar Alam,” J. Tekno Glob., 2021.

[2] R. Mahardika, “Strategi Pemasaran Wisata Halal,” Mutawasith J. Huk. Islam, 2020.

[3] M. A. K. Tapatfeto and J. L. D. Bessie, “Strategi pengembangan objek wisata dalam upaya peningkatan kunjungan (Studi pada Objek Wisata Pantai Oetune Kabupaten TTS),” Journal of Management: Small …. ejurnal.undana.ac.id, 2018.

[4] K. Umam, S. Sudiyarto, and S. T. Winarno, “Strategi pengembangan ekowisata mangrove Wonorejo Surabaya,” Agrar. J. Agribus. Rural Dev. Res., vol. 1, no. 1, pp. 38–42, 2015.

[5] R. P. Ariani, I. A. P. H. Ekayani, N. M. Suriani, and M. R. P. Kusyanda, “Strategi Pengembangan Wisata Kuliner Desa Bukti Berbasis Potensi Lokal,” J. Pendidik. Teknol. Dan Kejuru., vol. 19, no. 1, pp. 13–23, 2022.

[6] A. Wijayanti, “Wisata Kuliner sebagai strategi penguatan pariwisata di Kota Yogyakarta, Indonesia,” Khasanah Ilmu-Jurnal Pariwisata Dan Budaya, 2020.

[7] B. Rusyidi and M. Fedryansah, “Pengembangan pariwisata berbasis masyarakat,” Focus J. Pekerj. Sos., 2018.

[8] [8] W. A. Taufiq, “Strategi Pengembangan Potensi Pertanian Spesifik Dalam Rangka Meningkatkan Keunggulan Komparatif Daerah.” Universitas Brawijaya, 2016.

[9] J. S. PANCASILA, “NYADHAR TRADITION AND SYMBOLIC INTERACTION OF PANCASILA VALUES IN SUMENEP PINGGIRPAPAS RESIDENTS.”

[10] N. L. I. Putri, “Studi Essensial Marketing Pada Ritual Adat ‘Nyadhar’ Madura,” J. Manag. Soc. Sci., vol. 2, no. 1, pp. 172–186, 2023.

[11] S. H. Pambudi and P. Setyono, “Strategi Pengembangan Agrowisata dalam Mendukung Pembangunan Pertanian-Studi Kasus di Desa Wisata Kaligono (Dewi Kano) Kecamatan Kaligesing …,” Anal. Kebijak. Pertan., 2018.

[12] M. Citra Ramadhanti, “Perencanaan Ekowisata Kuliner di Kabupaten dan Kota Pekalongan Provinsi Jawa Tengah,” 2020.

[13] A. Lutfia Ramadhanti, “Perencanaan Ekowisata Kuliner di Kabupaten Cianjur Provinsi Jawa Barat,” 2020.

[14] D. Untari and B. Satria, “Strategi Pengembangan Pemasaran ‘Laksa Tangerang’ Sebagai Salah Satu Produk Wisata Kuliner Di Tangerang,” Bus. Manag. J., 2017.

[15] N. Nurmala, T. Sinari, E. Lilianti, and ..., “Usaha kuliner sebagai penggerak UMKM pada masa pandemi Covid 19,” AKM Aksi Kpd. …, 2022.

[16] Y. Liu, Z. Zhang, and L. Hu, “High efficient freeze-drying technology in food industry,” Crit. Rev. Food Sci. Nutr., vol. 62, no. 12, pp. 3370–3388, 2022.

[17] S. Kuncoro, S. Asmara, and K. Dharmawati, “Jurnal Agricultural Biosystem Engineering Pengaruh Suhu dan Dimensi Potongan pada Pembuatan Keripik Nanas Menggunakan Penggorengan Vakum ( Vacuum Frying ) Influence of Temperature and Cut Dimensions on Making Pineapple Chips Using Vacuum Frying ( Vacuum F,” J. Agric. Biosyst. Eng., vol. 3, no. 1, pp. 61–69, 2024.

[18] F. Ulum, “PEMBUATAN PACKAGING DAN LABELING HOME INDUSTRI PRODUK FROZEN FOOD JEMBLEM WAQIAH DI YAYASAN PESANTREN WAQIAH INDONESIA,” Indones. J. Community Dedication, vol. 1, no. 3, pp. 302–307, 2023.

[19] E. Elwina, F. Fachraniah, Z. Amalia, and K. Kurniati, “Teknologi Pengawetan dengan Pengemasan Vacuum Frozen pada Kue Timphan sebagai Kue Tradisional Aceh,” in Prosiding Seminar Nasional Politeknik Negeri Lhokseumawe, 2022, vol. 6, no. 1, pp. 227–231.

[20] T. Sulistyani, R. Cristiana, M. Anggraeni, and E. Rachmawati, “Upaya Peningkatan Ekonomi Keluarga Melalui Pelatihan Pengolahan Tahu, Tempe, Sagon dan Frozen Food,” Abdimas Akad., vol. 2, no. 02, pp. 75–83, 2021.

[21] L. M. Diamante, “Vacuum frying below the triple point of water (VFBTPW) of frozen unmarinated beef slices,” Sci. journal" Meat Technol., vol. 63, no. 2, pp. 85–95, 2022.

Downloads

Published

2026-10-06

Issue

Section

Articles