Analisis Kepercayaan Publik dalam Implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Indonesia: Tinjauan Pustaka
DOI:
https://doi.org/10.58794/sumur.v4i2.2413Keywords:
Kepercayaan Publik, Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Implementasi Kebijakan, Tata Kelola Pemerintahan, Studi PustakaAbstract
Abstrak Program Makan Siang Gratis (MBG) merupakan salah satu kebijakan strategis pemerintah Indonesia yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat sekaligus mendukung pengembangan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045. Keberhasilan pelaksanaan program ini tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan sumber daya, tetapi juga oleh tingkat kepercayaan masyarakat terhadap administrasi kebijakan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan Program Makan Siang Gratis dalam berbagai studi ilmiah, mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kepercayaan masyarakat, dan mengembangkan sintesis konseptual mengenai upaya membangun kepercayaan masyarakat dalam pelaksanaan program tersebut. Penelitian ini menggunakan metode tinjauan pustaka dengan meneliti berbagai artikel ilmiah, buku, laporan penelitian, dan dokumen kebijakan terkait program makan siang sekolah, implementasi kebijakan publik, tata kelola, dan kepercayaan masyarakat. Data dianalisis menggunakan teknik analisis isi melalui proses identifikasi, pengelompokan tema, interpretasi, dan sintesis berbagai temuan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan Program Makan Siang Gratis dipengaruhi oleh kualitas tata kelola, kapasitas pelaksanaan, dan kolaborasi antar pemangku kepentingan. Kepercayaan publik terhadap program ini dibentuk oleh empat dimensi utama: transparansi dan akuntabilitas, kualitas implementasi dan keamanan pangan, partisipasi dan kolaborasi sosial, serta komunikasi publik yang efektif. Sintesis literatur menunjukkan bahwa kepercayaan publik merupakan prasyarat penting bagi legitimasi, penerimaan, dan keberlanjutan implementasi Program Makanan Bergizi Gratis. Oleh karena itu, penguatan tata kelola yang transparan, peningkatan kualitas implementasi, pelibatan masyarakat, dan komunikasi publik yang partisipatif perlu diprioritaskan untuk mendukung keberhasilan program.
Kata kunci - Kepercayaan Publik, Program Makanan Bergizi Gratis (MBG), Implementasi Kebijakan, Tata Kelola, Tinjauan Pustaka.
Abstrak - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu kebijakan strategis pemerintah Indonesia yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat sekaligus mendukung pembangunan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045. Keberhasilan implementasi program ini tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan sumber daya, tetapi juga oleh tingkat kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggaraan kebijakan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Program Makan Bergizi Gratis dalam berbagai kajian ilmiah, mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kepercayaan publik, serta menyusun konseptualisasi sintesis mengenai upaya membangun kepercayaan publik dalam implementasi program tersebut. Penelitian menggunakan metode studi pustaka dengan mengkaji berbagai artikel ilmiah, buku, laporan penelitian, dan dokumen kebijakan yang relevan mengenai program pemberian makan sekolah, implementasi kebijakan publik, tata kelola pemerintahan, dan kepercayaan publik. Data dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis ) melalui proses identifikasi, pengelompokan tema, interpretasi, dan sintesis berbagai temuan penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa implementasi Program Makan Bergizi Gratis dipengaruhi oleh kualitas tata kelola, kapasitas implementasi, serta kolaborasi antar pemangku kepentingan. Kepercayaan masyarakat terhadap program dibentuk oleh empat dimensi utama, yaitu transparansi dan akuntabilitas, kualitas implementasi dan keamanan pangan, partisipasi serta kolaborasi sosial, dan komunikasi publik yang efektif. Sintesis literatur menunjukkan bahwa kepercayaan publik merupakan prasyarat penting bagi legitimasi, penerimaan, dan keinginan untuk mengimplementasikan Program Makan Bergizi Gratis. Oleh karena itu, penguatan tata kelola yang transparan, peningkatan kualitas implementasi, pelibatan masyarakat, dan komunikasi publik yang partisipatif perlu menjadi prioritas dalam mendukung keberhasilan program.
Kata Kunci - Kepercayaan Publik, Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Implementasi Kebijakan, Tata Kelola Pemerintahan, Studi Pustaka.
Views
Downloads
References
[1] K. H. Lenny Marzulina Amirul Mukminin, “Feeding Minds, Building Dignity: Indonesia’s Free Nutritious Meal Policy (MBG), Barriers, Prospects, and Policy Recommendations,” Edukasi J. Pendidik. dan Pengajaran, 2025.
[2] M. Hadinata, “Free Nutritious Meal Policy in Indonesia under President Prabowo: A Policy, Fiscal, and Political Analysis Grounded in International Evidence,” J. Bina Praja, 2026.
[3] R. R. H. Mpogole, Hunter, D. Ochieng, and D. Kejo, “Policies, Multi-Stakeholder Approaches and Home-Grown School Feeding Programs for Improving Quality, Equity and Sustainability of School Meals in Northern Tanzania,” Front. Sustain. Food Syst., 2021.
[4] A. Gizaw and T. Andualem, “Assessing the Educational Effect, Student Perceptions, and Satisfaction with School Feeding Programs in Addis Ababa’s Public Primary Schools,” Ethiop. J. Behav. Stud., 2025.
[5] D. S. Rajshri Jayaraman, “The Impact of School Lunches on Primary School Enrollment: Evidence from India’s Midday Meal Scheme,” Scand. J. Econ., 2015.
[6] C. Hawkes, B. G. Brazil, and I. R. R. de C. P. C. Jaime, “How to engage across sectors: lessons from agriculture and nutrition in the Brazilian School Feeding Program,” Rev. Saude Publica, 2016.
[7] M. R. Namsa, “Analysis Implementation of the Free Nutritious Meal Program (MBG) Policy in Indonesia (Edward III Implementation Model),” J. Sains Sos. dan Hum., 2026.
[8] A. Amirkhanyan, F. Roberts, K. J. Meier, and M. Song, “Examining attitudes toward public participation across sectors: An experimental study of food assistance,” Public Adm., 2024.
[9] M. C. Decena, “BRIDGING POLICY AND PEOPLE: A QUALITATIVE STUDY ON PUBLIC TRUST IN GOVERNMENT INSTITUTIONS,” J. Soc. Stud., 2026.
[10] S. A. Hussain, S. S. Khan, A. Gulzar, and A. Sheikh, “The Role of Public Policy in Promoting Transparent Governance and Accountability in Developing Countries,” Rev. Educ. Adm. & Law, 2025.
[11] N. Rahmawati and M. Z. Tjenreng, “Peran Good Governance dalam Meningkatkan Kualitas Pelayanan Publik: Perspektif Teoretis,” J. PKM Manaj. Bisnis, 2025.
[12] Sugiyono, “Metode penelitian kunatitatif kualitatif dan R&D,” Alf. Bandung, 2016.
[13] M. Zed, Metode penelitian kepustakaan. Yayasan Pustaka Obor Indonesia, 2008.
[14] S. Arikunto and A. Jabar, “Evaluasi Program Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara,” Furchan, A.(2004). Pengantar Penelit. dalam Pendidikan.(Yogyakarta Pustaka Pelajar). Husaini dan Purnomo.(2017). Metodol. Penelit. Sos. Bumi Aksara), 2004.
[15] M. Oostindjer et al., “Are school meals a viable and sustainable tool to improve the healthiness and sustainability of children´s diet and food consumption? A cross-national comparative perspective,” Crit. Rev. Food Sci. Nutr., 2016.
[16] M. Naufal et al., “Unraveling Future Trends in Free School Lunch and Nutrition: Global Insights for Indonesia from Bibliometric Approach and Critical Review,” Nutrients, 2025.
[17] S. H. Ruzky Aliyar Aulo Gelli, “A Review of Nutritional Guidelines and Menu Compositions for School Feeding Programs in 12 Countries,” Front. Public Heal., 2015.
[18] O. Niyibizi, “Teachers’ Perceptions of Influence of Daily School Feeding Programs on Student Participation and Dropout Rates,” J. Classr. Pract., 2024.
[19] Z. M. Ma, Y. Fan, and W. Z. Zengzeng, “Free school meals and educational outcomes: evidence from China’s Nutrition Improvement Program,” Front. Public Heal., 2025.
[20] J. A. Pasha, T. H. Mauludi, and M. I. A. Muhyidin, “Free school meals policy: how are they governed? comparing India, the USA, Japan, and South Korea,” Otoritas J. Ilmu Pemerintah., 2025.
[21] D. Mendonça et al., “Perception of the operating agents about the Brazilian National School Feeding Program,” Rev. Saude Publica, 2019.
[22] R. Hidayat, “Digital governance and transparency: How open data initiatives enhance government accountability,” J. Gov. Regul., 2025.
[23] G. M. Darma, I. K. Mastika, H. Karyadi, H. Prayitno, N. S. Participação, and P. I. Público, “Regional Governance Based on Public Value: Study in East Ogan Komering Ulu Regency Government, Indonesia,” Rev. Gestão Soc. e Ambient., 2024.
[24] T. Taufikin, “Beyond Free Meals in Elementary Education: Rethinking School Nutrition Policy through Cultural Trust, Efficiency, and Islamic Justice in Indonesia,” BASICA, 2026.
[25] K. Y. F., M. E. Ga’a, J. T. B, and B. D. V, “Perceptions of teachers on the Free Nutritious Meal Program implementation in Indonesia: Benefits and challenges,” Pedago. J. Ilm. Pendidik., 2025.
[26] S. I. Agyemang et al., “Ready-to-Use School Meals in Northern Ghana Are a Viable Alternative to Traditional School Meals.,” 2025.
[27] M. M. L. Matumba et al., “Long-term sustainability of African school feeding programs, a review,” Front. Sustain. Food Syst., 2024.
[28] P. M. Sebileau, B. Swinburn, R. Glassey, D. Tipene, and L. S. Gerritsen, “Health, wellbeing and nutritional impacts after 2 years of free school meals in New Zealand,” Health Promot. Int., 2023.
[29] U. I. Soponyono Soponyono, “Controversy Surrounding Indonesia’s Program Makan Bergizi Gratis (MBG): Policy Effectiveness and Governance Challenges,” J. Creat. Power Ambition, 2026.
[30] M. Muryali, A. Yani, A. Aiyub, N. Nazaruddin, and M. Maryam, “Publicity as a Policy Instrument: Analyzing Communication Strategies and Public Perception of Aceh’s Teacher Capacity Enhancement Policy,” Electron. J. Educ. Soc. Econ. Technol., 2025.
[31] I. Wahyudi and L. K. Cahyawati, “Strengthening the Free Nutritious Meal Program: School-Level Evidence on Nutrition Literacy as an Emerging Mechanism,” J. Bina Praja, 2026.
[32] M. Saleh and R. Imanda, “Public Sentiment Analysis of the Free Meal Program: A Comparison of Naive Bayes and Support Vector Machine Methods on the Twitter (X) Social Media Platform,” J. Appl. INFORMATICS Comput., 2025.
[33] A. L. Tambunan et al., “Persepsi Generasi Muda terhadap Program Makan Bergizi Gratis dan Dampak Kepercayaan Publik kepada Pemerintah,” J. Ilmu Sos. dan Hum., 2026.
[34] K. Dauhi, R. Tohopi, F. P. Tui, and A. H. Badjuka, “Accountability in Village Fund Management: A Qualitative Study of Transparency, Responsibility, Control, and Responsiveness in Tilango District, Gorontalo Regency,” Abdurrauf Sci. Soc., 2025.
[35] E. N. W. PrismaLinda, “JURIDICAL ANALYSIS OF THE GOVERNMENT’S NEGLECT OF THE NUTRITIONIST’S ROLE IN THE FREE NUTRITIOUS MEAL PROGRAM,” Int. Semin., 2025.
[36] S. T. Andini, “Free Nutritious Meals and Food Availability: Strengthening Community Nutrition for Indonesian Children,” J. Nutr. Heal. Care, 2025.
[37] N. L. Aris Sarjito, “Disinformation’s Influence on Public Perception and Defense Policy Implementation in Indonesia,” Multidiscip. Sci. J., 2025.






