https://rumahjurnal.or.id/index.php/jkems/issue/feedJKEMS- Jurnal Kesehatan Masyarakat2025-11-13T07:24:55+00:00Jumiatijurnaljkems@gmail.comOpen Journal Systems<p><strong>JKEMS - Jurnal Kesehatan Masyarakat</strong> diterbitkan 2 (dua) kali dalam setahun pada bulan<strong> Februari </strong>dan<strong> Juli</strong> oleh Yayasan Rahmatan Fiddunya Wal Akhirah dalam membantu para akademisi, peneliti dan praktisi untuk menyebarkan hasil penelitiannya. Tujuan Jurnal JKEMS adalah sebagai sarana untuk menerbitkan makalah/artikel dalam Bidang Kesehatan Masyarakat.</p>https://rumahjurnal.or.id/index.php/jkems/article/view/1589IMPLEMENTASI KEBIJAKAN KAWASAN TANPA ROKOK DALAM MEWUJUDKAN BANDARA SEHAT2025-07-12T09:43:05+00:00Diah Fadila2200029259@webmail.uad.ac.idAmanda Catur Elika2200029231@webmail.uad.ac.idAfifa Dini Hafzani2200029289@webmail.uad.ac.idRaina Amalia Putri2200029013@webmail.uad.ac.idAnes Hartati Ningsi2200029056@webmail.uad.aDesri Elsadiah Dangu2200029278@webmail.uad.ac.idHeni Trisnowatiheni.trisnowati@pascakesmas.uad.ac.idKhoiriyah Isnikhoiriyah.isni@ikm.uad.ac.idAna Imelda Sariana2100029205@webmail.uad.ac.idMahardika Eka Yudha Kusumamahardhikaeka@ymail.com<p>Rokok menjadi permasalahan yang krusial dalam sektor kesehatan masyarakat, sehingga pemerintah menerapkan kebijakan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di tempat umum, termasuk bandara, untuk melindungi masyarakat dari paparan asap rokok. Namun, pelaksanaan di lapangan masih menghadapi tantangan seperti lemahnya sosialisasi dan penegakan aturan. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran implementasi KTR di Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) dalam mewujudkan bandara sehat. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi langsung dan wawancara singkat. Informan dalam penelitian ini terdiri dari satu orang pengelola dan satu orang pengunjung Bandara Yogyakarta International Airport (YIA). Fokus penelitian adalah pada implementasi kebijakan Kawasan Tanpa Rokok (KTR). Data yang diperoleh dianalisis secara tematik. Hasil menunjukkan penerapan KTR sudah berjalan baik melalui penyediaan ruang merokok, pemasangan tanda larangan, dan penegakan sanksi. Namun, masih ditemukan ada beberapa pengunjung yang belum memahami aturan KTR. Lokasi ruang merokok dinilai kurang strategis sehingga pelanggaran masih sering terjadi di area bandara. Penerapan KTR di Bandara YIA cukup baik dari sisi pengelola, namun masih perlu peningkatan edukasi, sosialisasi, dan penegakan aturan agar kepatuhan pengunjung meningkat dan lingkungan bandara menjadi lebih sehat serta nyaman bagi semua pengguna jasa bandara. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan edukasi dan sosialisasi kepada pengunjung serta penegakan aturan yang lebih tegas agar kepatuhan terhadap kebijakan KTR di bandara agar semakin optimal.</p>2025-07-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 JKEMS- Jurnal Kesehatan Masyarakathttps://rumahjurnal.or.id/index.php/jkems/article/view/1730PENGARUH PEMBERIAN PERMAINAN BEADS HOLDER TERHADAP PERKEMBANGAN MOTORIK HALUS PADA ANAK USIA 4-5 TAHUN DI TK BAWU KAMPUS JEPARA2025-10-02T07:46:08+00:00Risa Risdianarisarisdiana5@gmail.comIrawati Indrianingrumirawati@umkudus.ac.idUmmi Kulsumummikulsum@umkudus.ac.idIka Tristantiikatristanti@umkudus.ac.id<p>Perkembangan motorik adalah aspek penting dalam kehidupan anak. Motorik terbagi menjadi kasar dan halus, dengan motorik halus yang melibatkan kontrol tangan dan kaki. Melatih motorik halus pada anak penting karena dibutuhkan untuk aktivitas sehari-hari dan interaksi sosial. Stimulasi diperlukan agar motorik halus berkembang optimal dan otot-otot anak menjadi lebih matang. Bermain merangkai manik-manik merupakan cara yang efektif untuk mengalihkan perhatian anak dan memperkuat kemampuan motorik halus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian permainan beads holder terhadap perkembangan motorik halus pada anak usia 4-5 tahun di Tk Bawu Kampus Jepara. Metode yang digunakan adalah eksperimen. Sampel penelitian sebanyak 29 anak. Instrument penelitian menggunakan skala Denver II. Analisa bivariat menggunakan uji statitisk Wilcoxon test. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh pemberian permainan beads holder terhadap perkembangan motorik halus pada anak usia 4-5 tahun di Tk Bawu Kampus Jepara dengan <em>p value</em> = 0.000.</p>2025-11-13T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 JKEMS- Jurnal Kesehatan Masyarakathttps://rumahjurnal.or.id/index.php/jkems/article/view/1623PENGEMBANGAN CERITA BERGAMBAR UNTUK PROMOSI KESEHATAN KONSUMSI BUAH DAN SAYUR DALAM PENCEGAHAN SEMBELIT ANAK2025-08-02T08:58:04+00:00Anes Artati NIngsi2200029056@webmail.uad.ac.idDeo Saputra2200029240@webmail.uad.ac.idNurul Hikmah2200029248@webmail.uad.ac.idDesri Elsadiah Dangu2200029278@webmail.uad.ac.idFaatih Rizkiyah Assyukru2200029279@webmail.uad.ac.idKhoiriyah Isnikhoiriyah.isni@ikm.uad.ac.idHeni Trisnowatiheni.trisnowati@pascakesmas.uad.ac.id<p>Sembelit pada anak merupakan masalah kesehatan yang sering diabaikan, meskipun memiliki dampak besar terhadap kualitas hidup dan perkembangan anak. Gaya hidup sedentari serta rendahnya asupan serat dari buah dan sayur merupakan penyebab utamanya. Upaya edukasi gizi yang ada sering kali kurang efektif karena tidak sesuai dengan karakteristik belajar anak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media edukatif berupa cerita bergambar berjudul Upi Melawan Sembelit, yang mengenalkan pentingnya konsumsi buah dan sayur melalui narasi yang komunikatif, menyenangkan, dan sesuai dengan tahap perkembangan kognitif anak. Penelitian ini menggunakan metode <em>Research and Development (R&D)</em> untuk merancang, menguji, dan menyempurnakan media. Inovasi utama dari media ini terletak pada integrasi elemen visual yang menarik, karakter edukatif, serta konten gizi dalam format cerita yang sesuai untuk anak. Validasi oleh ahli terhadap aspek isi, penyajian, bahasa, dan konteks menunjukkan skor kelayakan yang sangat tinggi, berkisar antara 98,3% hingga 100%. Revisi dilakukan untuk meningkatkan kualitas media, termasuk penambahan karakter Upi dan penataan ulang dialog agar alur cerita lebih jelas dan mudah dibaca. Uji coba terbatas pada anak usia 7–12 tahun sebanyak 30 orang melalui pengisian kuesioner terstruktur. Hasil uji coba menunjukkan anak-anak merespon sangat positif dengan skor 90,22%. Anak-anak menilai media ini menarik, mudah dipahami, dan efektif dalam menyampaikan pesan kesehatan secara menyenangkan. Dengan demikian, media ini dinilai layak digunakan sebagai sarana edukasi kesehatan, khususnya dalam pencegahan sembelit melalui peningkatan konsumsi buah dan sayur.</p>2025-07-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 JKEMS- Jurnal Kesehatan Masyarakat