JFARM - Jurnal Farmasi https://rumahjurnal.or.id/index.php/jfarm <p><strong>JFARM - Jurnal Farmasi</strong> diterbitkan 2 (dua) kali dalam setahun pada bulan<strong> Januari</strong> dan<strong> Juli</strong> oleh Yayasan Rahmatan Fiddunya Wal Akhirah dalam membantu para akademisi, peneliti dan praktisi untuk menyebarkan hasil penelitiannya. Tujuan Jurnal Farmasi adalah sebagai sarana untuk menerbitkan makalah/artikel dalam bidang Farmasi.</p> <p> </p> en-US <p><strong>JFARM - Pharmacy Journal</strong> provides open access to anyone, ensuring that the information and findings in the article are useful to everyone. This journal article's entire contents can be accessed and downloaded for free. In accordance with the <a href="http://rumahjurnal.or.id/index.php/JEKIN/management/settings/&lt;a%20href=&quot;http:/creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/&quot; rel=&quot;license&quot;&gt;">Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License</a>. </p> <p><a href="http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/" rel="license"><img style="border-width: 0;" src="https://i.creativecommons.org/l/by-sa/4.0/88x31.png" alt="Lisensi Creative Commons" /></a><br /><strong>JFARM - Pharmacy Journal </strong>is licensed under a <a href="http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/">Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0</a></p> jurnaljfarm@gmail.com (apt, Wahyu Margi Sidoretno M.Farm) debisetiawan@univrab.ac.id (Debi Setiawan) Wed, 18 Feb 2026 00:00:00 +0000 OJS 3.3.0.7 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 Aktivitas Antibakteri Gel Kombinasi Lidah Buaya dan Minyak Atsiri Jahe Merah terhadap Bakteri Staphulococcus aureus https://rumahjurnal.or.id/index.php/jfarm/article/view/1983 <p>Lidah buaya (<em>Aloe vera</em>) diketahui memiliki aktivitas antibakteri, demikian pula jahe merah (<em>Zingiber officinale</em> var. rubrum) yang menghasilkan minyak atsiri dengan potensi serupa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus serta karakteristik fisik dari sediaan gel anti jerawat kombinasi lidah buaya dan minyak atsiri jahe merah. Metode penelitian meliputi pembuatan gel lidah buaya, formulasi dalam tiga konsentrasi yaitu F1 (lidah buaya 10% : minyak atsiri jahe merah 10%), F2 (20% : 10%), dan F3 (10% : 20%), diikuti evaluasi fisik serta uji antibakteri menggunakan metode sumuran. Hasil evaluasi menunjukkan gel berwarna kuning, beraroma khas jahe, memiliki pH sesuai persyaratan, daya sebar 5–7 cm, dan viskositas antara 9.390–17.922 cPs. Uji antibakteri menunjukkan semua formula memiliki aktivitas kuat terhadap S. aureus dengan diameter zona hambat sekitar 10,06 mm. Kombinasi kedua bahan menunjukkan potensi sebagai sediaan gel anti jerawat alami<em>.</em></p> <p><em> </em></p> Yan Hendrika, Isna Wardaniati, Raisa Masevani Copyright (c) 2026 JFARM - Jurnal Farmasi https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://rumahjurnal.or.id/index.php/jfarm/article/view/1983 Wed, 18 Feb 2026 00:00:00 +0000 Analisis Efek Samping Obat pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Komplikasi Hipertensi di RSUD Arifin Achmad Berdasarkan Algoritma Naranjo https://rumahjurnal.or.id/index.php/jfarm/article/view/1828 <p>Penyakit Diabetes Melitus (DM) tipe 2 yang sering disertai hipertensi meningkatkan risiko komplikasi dan penggunaan terapi kombinasi, sehingga berpotensi menimbulkan efek samping obat. Namun, penelitian terkait analisis efek samping obat menggunakan Algoritma Naranjo pada pasien DM tipe 2 dengan komplikasi hipertensi di RSUD Arifin Achmad masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis pola peresepan dan efek samping obat berdasarkan Algoritma Naranjo. Penelitian menggunakan desain deskriptif observasional periode Juni–Agustus dengan data kuesioner dan penilaian kausalitas menggunakan Algoritma Naranjo. Hasil menunjukkan terapi tunggal antidiabetes mendominasi (78,87%) dengan Metformin sebagai obat terbanyak (46,4%), sedangkan terapi hipertensi didominasi Amlodipin (28,9%). Efek samping paling sering adalah mual/muntah (46%). Berdasarkan Algoritma Naranjo, kategori probable sebesar 51% dan possible 49%. Disimpulkan bahwa sebagian besar efek samping memiliki hubungan kausal yang cukup kuat, sehingga pemantauan MESO penting untuk meningkatkan keamanan terapi.</p> <p> </p> Adrian Mulya, Wahyu Margi Sidoretno , Vonny Kurnia Utama , Nurul Azizah Copyright (c) 2026 JFARM - Jurnal Farmasi https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://rumahjurnal.or.id/index.php/jfarm/article/view/1828 Wed, 18 Feb 2026 00:00:00 +0000