https://rumahjurnal.or.id/index.php/jfarm/issue/feed JFARM - Jurnal Farmasi 2026-02-18T00:00:00+00:00 apt, Wahyu Margi Sidoretno M.Farm jurnaljfarm@gmail.com Open Journal Systems <p><strong>JFARM - Jurnal Farmasi</strong> diterbitkan 2 (dua) kali dalam setahun pada bulan<strong> Januari</strong> dan<strong> Juli</strong> oleh Yayasan Rahmatan Fiddunya Wal Akhirah dalam membantu para akademisi, peneliti dan praktisi untuk menyebarkan hasil penelitiannya. Tujuan Jurnal Farmasi adalah sebagai sarana untuk menerbitkan makalah/artikel dalam bidang Farmasi.</p> <p> </p> https://rumahjurnal.or.id/index.php/jfarm/article/view/1983 Aktivitas Antibakteri Gel Kombinasi Lidah Buaya dan Minyak Atsiri Jahe Merah terhadap Bakteri Staphulococcus aureus 2026-01-30T14:29:55+00:00 Yan Hendrika yan.hendrika@univrab.ac.id Isna Wardaniati isna.wardaniati@univrab.ac.id Raisa Masevani raisa.masevani21@student.univrab.ac.id <p>Lidah buaya (<em>Aloe vera</em>) diketahui memiliki aktivitas antibakteri, demikian pula jahe merah (<em>Zingiber officinale</em> var. rubrum) yang menghasilkan minyak atsiri dengan potensi serupa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus serta karakteristik fisik dari sediaan gel anti jerawat kombinasi lidah buaya dan minyak atsiri jahe merah. Metode penelitian meliputi pembuatan gel lidah buaya, formulasi dalam tiga konsentrasi yaitu F1 (lidah buaya 10% : minyak atsiri jahe merah 10%), F2 (20% : 10%), dan F3 (10% : 20%), diikuti evaluasi fisik serta uji antibakteri menggunakan metode sumuran. Hasil evaluasi menunjukkan gel berwarna kuning, beraroma khas jahe, memiliki pH sesuai persyaratan, daya sebar 5–7 cm, dan viskositas antara 9.390–17.922 cPs. Uji antibakteri menunjukkan semua formula memiliki aktivitas kuat terhadap S. aureus dengan diameter zona hambat sekitar 10,06 mm. Kombinasi kedua bahan menunjukkan potensi sebagai sediaan gel anti jerawat alami<em>.</em></p> <p><em> </em></p> 2026-02-18T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 JFARM - Jurnal Farmasi https://rumahjurnal.or.id/index.php/jfarm/article/view/1828 Analisis Efek Samping Obat pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Komplikasi Hipertensi di RSUD Arifin Achmad Berdasarkan Algoritma Naranjo 2026-01-30T14:31:30+00:00 Adrian Mulya adrian.mulya.apt@gmail.com Wahyu Margi Sidoretno wahyu.margi@univrab.ac.id Vonny Kurnia Utama vonny.kurnia@univrab.ac.id Nurul Azizah nurul.azizah21@student.univrab.ac.id <p>Penyakit Diabetes Melitus (DM) tipe 2 yang sering disertai hipertensi meningkatkan risiko komplikasi dan penggunaan terapi kombinasi, sehingga berpotensi menimbulkan efek samping obat. Namun, penelitian terkait analisis efek samping obat menggunakan Algoritma Naranjo pada pasien DM tipe 2 dengan komplikasi hipertensi di RSUD Arifin Achmad masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis pola peresepan dan efek samping obat berdasarkan Algoritma Naranjo. Penelitian menggunakan desain deskriptif observasional periode Juni–Agustus dengan data kuesioner dan penilaian kausalitas menggunakan Algoritma Naranjo. Hasil menunjukkan terapi tunggal antidiabetes mendominasi (78,87%) dengan Metformin sebagai obat terbanyak (46,4%), sedangkan terapi hipertensi didominasi Amlodipin (28,9%). Efek samping paling sering adalah mual/muntah (46%). Berdasarkan Algoritma Naranjo, kategori probable sebesar 51% dan possible 49%. Disimpulkan bahwa sebagian besar efek samping memiliki hubungan kausal yang cukup kuat, sehingga pemantauan MESO penting untuk meningkatkan keamanan terapi.</p> <p> </p> 2026-02-18T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 JFARM - Jurnal Farmasi