DIGIMUN- Digital Communication Journal
https://rumahjurnal.or.id/index.php/digimun
<p><strong>DIGIMUN - Digital Communication Journal </strong> adalah sebuah jurnal <em>blind peer-review</em> yang didedikasikan untuk publikasi hasil penelitian yang berkualitas dalam bidang komunikasi digital. jurnal Digimun diterbitkan 2 (dua) kali dalam setahun pada bulan <strong>Januari</strong> dan <strong>Juli</strong> oleh Yayasan Rahmatan Fiddunya Wal Akhirah dalam membantu para akademisi, peneliti dan praktisi untuk menyebarkan hasil penelitiannya.</p>Yayasan Rahmatan Fiddunya Wal Akhirahen-USDIGIMUN- Digital Communication JournalRepresentasi Pesan Self Acceptance Pada Video Klip Yura Yunita “Tutur Batin”
https://rumahjurnal.or.id/index.php/digimun/article/view/648
<p>Latar belakang dilakukannya penelitian ini untuk menganalisis pesan self acceptance apa yang ada dalam video klip Yura Yunita “Tutur Batin” dan juga apa yang dikomunikasikan pada video klip Yura Yunita “Tutur Batin”. Adapun tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk menambah suatu bacaan yang diharapkan bisa membantu mengerti mengenai pembelajaran self acceptance atau penerimaan diri, juga untuk memahami pesan yang terkandung dalam suatu video klip. Penelitian ini dilakukan dengan cara analisis semiotika dengan pendekatan kualitatif. Paradigma pada penelitian ini adalah paradigm konstrutivisme, untuk memahami sebuah makna. Analisis ini dilakukan berdasarkan konsep semiotika Roland Barthes, dengan menghasilkan tiga makna denotasi, konotasi, dan mitos. Tipe penelitian yang digunakan adalah analisis konten dengan cara studi pustaka dari sumber bacaan buku, artikel, berita dan kepustakaan lain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada video klip “Tutur Batin” ditemukan makna denotasi, konotasi, dan mitos. Lagu tersebut menceritakan tentang bagaimana seseorang berjuang untuk menemukan rasa self acceptance atau penerimaan diri dengan cara masing – masing.</p> Putri AwaliahMazaya Rizy Safira22
Copyright (c) 2024 DIGIMUN- Digital Communication Journal
2026-01-072026-01-0711115Peran Platform Media Sosial Dalam Meningkatkan Keterlibatan Karyawan Generasi Z
https://rumahjurnal.or.id/index.php/digimun/article/view/1122
<p>Platform Media sosial berperan dalam mengintegrasikan Gen Z ke dalam perusahaan, dengan banyak Gen Z yang kini menggantikan generasi baby boomer. Penelitian mengenai tingkat keterlibatan karyawan lintas generasi Anda akan mendapatkan hasil yang berbeda. Atieq (2019) menemukan ragam tingkat keikutsertaan yang signifikan antara Gen Z dengan dua generasi lainnya (generasi branded). Secara keseluruhan, studi-studi ini menunjukkan bahwa meskipun terdapat perbedaan dalam keterlibatan antargenerasi, sikap individu juga memiliki kontribusi yang signifikan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kepustakaan karena penelitian ini dilakukan dengan menggunakan penelitian kepustakaan. Platform media sosial memainkan peran penting dalam menarik karyawan Gen Z. Gen Z tumbuh dengan teknologi digital dan jaringan online. Mereka memanfaatkan media sosial untuk berkomunikasi, memperoleh informasi, menambah pengetahuan dan belajarserta mengekspresikan diri<strong>. </strong>Berikut adalah beberapa peran platform media sosial dalam keterlibatan karyawan Gen Z. 1. Komunikasi dan kolaborasi 2. Ekspresi diri 3. Akses terhadap Informasi 4. Pembelajaran 5. Pengaruh dan Aktivisme: Gen Z mulai memasuki dunia kerja dan dianggap sebagai generasi yang sangat profesional, siap bekerja di era digital saat ini. Selain itu, Gen Z cenderung mencari makna dan tujuan dari pekerjaan mereka. Mereka cenderung suka mengerjakan proyek yang memberikan dampak positif bagi masyarakat dan memberikan nilai tambah. Generasi Z memanfaatkan media sosial untuk berkomunikasi, mengekspresikan diri, memperoleh informasi, dan belajar. Dengan kata lain, media sosial berperan penting dalam mengikutsertakan karyawan Gen Z</p> <p>Kata Kunci: Generasi Z, Media Sosial, Keterlibatan karyawan</p>DarmawatiAlhamda PutriZannuraini
Copyright (c) 2024 DIGIMUN- Digital Communication Journal
2026-01-072026-01-07111622Peran Teknologi Informasi dan Komunikasi (ICT) dalam Dunia Modern
https://rumahjurnal.or.id/index.php/digimun/article/view/1512
<p>Artikel ini membahas peran penting Teknologi Informasi dan <br />Komunikasi (TIK) dalam memodernisasi berbagai aspek kehidupan. <br />TIK telah mengubah komunikasi, pendidikan, bisnis, kesehatan, dan <br />layanan publik dengan meningkatkan efisiensi, akses, dan kualitas. <br />Perkembangan pesat TIK mendorong transformasi digital di berbagai <br />sektor, memperkuat konektivitas global dan pertumbuhan ekonomi. <br />Dampak positif meliputi peningkatan akses informasi, produktivitas, <br />dan peluang ekonomi baru. Namun, tantangan seperti kesenjangan <br />digital, risiko keamanan siber, dan penyebaran informasi palsu perlu <br />dikelola dengan baik. Studi ini menyoroti peluang dan tantangan <br />pengembangan TIK ke depan, dengan fokus pada literasi digital <br />inklusif, keamanan data, dan pemerataan akses teknologi. Melalui <br />kajian pustaka kualitatif, penelitian ini memberikan pemahaman <br />komprehensif tentang pengaruh TIK. Temuan menunjukkan bahwa <br />TIK bukan sekadar alat teknologi, tetapi agen perubahan sosial yang <br />harus dikelola agar kemajuan inklusif dan berkelanjutan tercapai. <br />Kolaborasi berbagai pihak diperlukan untuk memaksimalkan potensi <br />TIK dalam membangun masyarakat modern yang lebih maju dan adil.</p>Muhammad AjrahAhmad TabraniKholilah
Copyright (c) 2026 DIGIMUN- Digital Communication Journal
2026-01-072026-01-07112327Peran ICT dalam Peningkatan Efisiensi di Dunia Pendidikan
https://rumahjurnal.or.id/index.php/digimun/article/view/1510
<p>This study explores the development of Information and <br>Communication Technology (ICT) and its relevance in enhancing <br>efficiency within the education sector. The research highlights how ICT, <br>particularly through e-learning platforms and digital communication <br>tools, significantly reduces the time required for distributing learning <br>materials and fosters improved interaction between teachers and <br>students. These advancements contribute to a more flexible, engaging, <br>and effective learning process. However, the study also identifies several <br>challenges in implementing ICT in education, including limited <br>infrastructure such as electricity and internet access, resistance from <br>educators due to lack of digital skills or apprehension toward change, <br>and the high initial costs associated with technology adoption. Despite <br>these obstacles, the findings suggest that with adequate policy support, <br>capacity building, and investment, ICT has the potential to transform <br>educational systems by increasing operational efficiency and <br>broadening access to quality learning. This research underscores the <br>importance of addressing infrastructural and human resource barriers <br>to fully realize the benefits of ICT in education, ultimately contributing <br>to improved educational outcomes and equity.</p>Aliffazri RamadhanAhmad TabraniKholilah
Copyright (c) 2026 DIGIMUN- Digital Communication Journal
2026-01-072026-01-07112832Dampak Pemanfaatan Artificial Intelligence Generatif terhadap Praktik Komunikasi Digital dan Etika Media di Indonesia
https://rumahjurnal.or.id/index.php/digimun/article/view/1957
<p><strong>Perkembangan pesat Intelligence Artificial (artificial intelligence/AI) generatif, seperti ChatGPT, generator gambar, dan sistem otomatisasi konten, telah membawa perubahan signifikan dalam praktik komunikasi digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak pemanfaatan AI generatif terhadap pola komunikasi, proses produksi media, serta tantangan etika yang muncul dalam konteks media digital di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi literatur dan analisis kasus terkini terkait penggunaan AI generatif dalam jurnalisme, kehumasan, dan komunikasi media sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AI generatif mampu meningkatkan efisiensi, personalisasi pesan, dan skala produksi konten. Namun demikian, penggunaan teknologi ini juga memunculkan persoalan etika yang serius, seperti penyebaran disinformasi, ketidakjelasan kepemilikan karya, bias algoritmik, serta penurunan tingkat kepercayaan publik terhadap media. Penelitian ini menegaskan pentingnya literasi komunikasi digital dan penguatan kerangka etika dalam pemanfaatan AI generatif. Temuan penelitian diharapkan dapat memberikan kontribusi teoretis dan praktis bagi pengembangan kajian ilmu komunikasi serta menjadi rujukan bagi akademisi, praktisi, dan pembuat kebijakan.</strong></p> <p> </p>Hanif AhdaDebi Setiawan
Copyright (c) 2026 DIGIMUN- Digital Communication Journal
2026-01-072026-01-07113337