Pendampingan Wanita Usia Subur melalui Edukasi Imunisasi sebagai Upaya Pencegahan Stunting
DOI:
https://doi.org/10.58794/jdt.v6i1.2047Keywords:
WUS, Stunting, Edukasi ImunisasiAbstract
Stunting masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat di Indonesia yang berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan anak dalam jangka panjang. Wanita Usia Subur (WUS) memiliki peran penting dalam mempersiapkan generasi yang sehat sejak masa prakonsepsi. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan pengetahuan dan kesadaran WUS mengenai pencegahan stunting, termasuk melalui pengetahuan tentang pentingnya imunisasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pendampingan dan edukasi imunisasi kepada WUS sebagai upaya pencegahan stunting. Metode yang digunakan berupa penyuluhan kesehatan mengenai pencegahan stunting dan imunisasi, serta pengukuran antropometri meliputi Tinggi Badan (TB), Berat Badan (BB), dan Lingkar Lengan Atas (LILA). Kegiatan dilaksanakan di Posyandu Pincuran Gading, Balai BUMDes Koto Masjid Dusun III Kampung Patin XIII Koto Kampar dengan menggunakan media leaflet dan instrumen kuesioner pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta. Sasaran kegiatan adalah WUS di wilayah pengabdian. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang sangat signifikan, mayoritas peserta WUS memiliki tingkat pengetahuan dalam kategori baik sejumlah 20 orang (100%), selain itu, peserta mengetahui hasil pengukuran antropometri untuk menilai status gizi. Kesimpulannya, edukasi dan pendampingan yang terstruktur dan partisipatif efektif meningkatkan pengetahuan serta kesadaran preventif WUS dalam upaya pencegahan stunting.
Views
Downloads
Downloads
References
[1] World Health Organization, Levels and Trends in Child Malnutrition: UNICEF/WHO/World Bank Joint Child Malnutrition Estimates 2023. Geneva, Switzerland: WHO, 2023. doi:10.4060/cc5403en.
[2] Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024. Jakarta, Indonesia: Kementerian Kesehatan RI, 2025.
[3] E. D. Purwanti, S. Masitoh, and S. Ronoatmodjo, “Association between basic immunization status and stunting in toddlers aged 12–59 months in Indonesia,” Journal of Preventive Medicine and Public Health, vol. 58, no. 3, pp. 298–306, 2025. doi:10.3961/jpmph.24.123.
[4] D. Azriani et al., “Risk factors associated with stunting incidence in under five children in Southeast Asia: A scoping review,” BMC Public Health, vol. 24, Art. no. 656, 2024. doi:10.1186/s41043-024-00656-7.
[5] R. C. Titaley, M. J. Dibley, and C. L. Roberts, “Maternal nutritional status and child stunting in Indonesia,” BMC Public Health, vol. 21, no. 1, 2021. doi:10.1186/s12889-021-10520-7.
[6] F. Kebede Bizuneh et al., “Uptake of protective tetanus toxoid vaccine doses and maternal associated factors during pregnancy,” Reprod. Health, vol. 21, Art. no. 369, 2024. doi:10.3389/frph.2024.1353699.
[7] V. Santilli et al., “Maternal immunization: current evidence, progress, and future directions,” Vaccines, vol. 13, no. 5, Art. no. 450, 2025. doi:10.3390/vaccines13050450.
[8] Laras Pujaswari et al., “Implementasi kebijakan penanganan stunting di Indonesia dan Filipina,” Socius: J. Penelit. Ilmu Sosial., vol. 1, no. 11, 2024.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 JDISTIRA - Jurnal Pengabdian Inovasi dan Teknologi Kepada Masyarakat

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
JDISTIRA provides open access to anyone, ensuring that the information and findings in the article are useful to everyone. This journal article's entire contents can be accessed and downloaded for free. In accordance with the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

JDISTIRA is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0







