Koordinasi Sosialisasi Program Pencegahan Stunting Oleh KKN Institut Kesehatan Payung Negeri Pekanbaru di Kelurahan Air Tiris Kabupaten Kampar
DOI:
https://doi.org/10.58794/jdt.v6i1.1985Keywords:
Stunting, Pencegahan Stunting, Puskesmas, Kelurahan Air TirisAbstract
Pengabdian ini mengkaji faktor penyebab dan program pencegahan stunting di Kelurahan Air Tiris, Kecamatan Kampar, yang mencatat 12 kasus stunting pada 2025. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam dengan tenaga kesehatan Puskesmas, hasil pengabdian mengidentifikasi faktor penyebab yang multidimensional meliputi gizi ibu hamil tidak adekuat, rendahnya praktik ASI eksklusif, infeksi berulang, serta sanitasi dan akses air bersih yang terbatas. Puskesmas telah menjalankan program pencegahan yang komprehensif, namun konsistensi pemantauan pertumbuhan dan koordinasi lintas sektor masih perlu ditingkatkan guna meningkatkan efektivitas pencegahan stunting di tingkat kelurahan.
Views
Downloads
Downloads
References
[1] T. Mastina, “Upaya pemerintah Kabupaten Kampar dalam penanganan stunting balita,” Maj. Media Perencana, vol. 2, no. 1, pp. 153–164, 2021.
[2] R. H. Ramiza, R. Amalia, and R. M. Maharani, “Analisis program promosi kesehatan dalam pencegahan stunting di Puskesmas Kampar Kiri Hilir tahun 2020,” Media Kesmas (Public Heal. Media), vol. 1, no. 3, pp. 695–703, 2021.
[3] T. Harjianti, D. Afandi, N. Rany, D. Jepisah, and H. Marlina, “Analisis strategi penanganan stunting di Desa Bangun Sari Kabupaten Kampar Provinsi Riau.,” J. Kesehat. Komunitas (Journal Community Heal., vol. 9, no. 2, pp. 265–274, 2023.
[4] A. Mufadhdhal, “Strategi komunikasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Kampar dalam penurunan stunting,” Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau, 2024.
[5] Y. Utari, S. Syafriani, and A. D. Puteri, “Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian diare di Desa Penyesawan wilayah UPT Puskesmas Air Tiris,” Sci. Indones. J. Sci., vol. 1, no. 3, pp. 866–869, 2024.
[6] F. N. Azilah, M. Nizar, and S. Syafriani, “Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian tuberkulosis pada anak di Rumah Sakit Umum Daerah Bangkinang Kabupaten Kampar,” Sci. Indones. J. Sci., vol. 1, no. 5, pp. 1116–1122, 2025.
[7] N. Kholis, D. Septiana, M. N. Rahmatullah, N. Herawati, J. Pratama, and F. Oktariani, “Pemberdayaan Karang Taruna dalam pengelolaan website desa terpadu sebagai media edukasi pencegahan stunting di Desa Ranah Singkuang,” Dedik. J. Pengabdi. Masy., vol. 1, no. 8, pp. 263–277, 2026.
[8] Moleong, L, J. (2016). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
[9] Purnamasari, M., & Rahmawati, T. (2021). Hubungan Pemberian Asi Eksklusif dengan Kejadian Pada
Balita Umur 24-59 Bulan. Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, 10(1), 290-299.
[10] Roesli, Utami. (2007). Mengenal ASI Eksklusif. Jakarta. Trubus Agriwidya.
[11] WHO. (2014). WHA Global Nutrion Targets 2025 : Stunting Policy Brief. WHO Press: Geneva.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 JDISTIRA - Jurnal Pengabdian Inovasi dan Teknologi Kepada Masyarakat

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
JDISTIRA provides open access to anyone, ensuring that the information and findings in the article are useful to everyone. This journal article's entire contents can be accessed and downloaded for free. In accordance with the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

JDISTIRA is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0







