Pemberdayaan Pembudidaya Ikan Nila melalui Teknologi Maskulinisasi Alami Berbasis Limbah Jeroan Teripang

Authors

  • Andi Aliah Hidayani Universitas Hasanuddin
  • Badraeni Badraeni Universitas Hasanuddin
  • Marlina Achmad Universitas Hasanuddin
  • Muhammad Fatratullah Universitas Hasanuddin
  • Nunun Ainun Putri Sari Banun Kaliky Universitas Hasanuddin
  • Arie Syahruni Cangara Universitas Hasanuddin

DOI:

https://doi.org/10.58794/jdt.v6i1.1890

Keywords:

Ikan Nila, Maskulinisasi, Jeroan Teripang, Budidaya Berkelanjutan

Abstract

Maskulinisasi merupakan suatu teknik pengarahan diferensiasi kelamin yang bertujuan untuk mengubah jenis kelamin dari betina menjadi jantan dengan memanfaatkan hormone steroid (androgen). Hormon steorid yang umum digunakan adalah hormone androgen sintetik seperti 17a-metiltestosteron. Namun penggunaan hormon sintetik dapat menyebabkan masalah kesehatan lingkungan dan masyarakat, sehingga telah dilarang penggunaannya oleh pemerintah. Oleh karena itu diperlukan bahan alami yang mampu digunakan sebagai bahan alternatif untuk maskulinisasi ikan nila. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mengembangkan alternatif teknologi dengan menggunakan bahan alami yang aman, ramah lingkungan dan berbasis sumberdaya local melalui pelatihan pemanfaatan limbah jeroan teripang sebagai sumber hormon steroid alami untuk proses maskulinisasi ikan nila. Pelatihan ini diikuti oleh 50 peserta dan dilaksanakan selama 3 hari. Metode pelaksanaan meliputi penyampaian materi dan praktik langsung dalam memproduksi ekstrak jeroan teripang serta pengaplikasian jeroan teripang pada benih ikan nila. Hasil menunjukkan pelatihan berjalan lancar dengan partisipasi dan antusiasme tinggi dan peserta mampu mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan baik. Kegiatan ini efektif meningkatkan pemahaman Masyarakat, keterampilan teknis serta kesadaran pentingnya penggunaan hormon alami pada proses maskulinisasi pada budidaya ikan nila. Adopsi teknologi sebesar 85% menandakan bahwa teknologi hormon alami berbasis jeroan teripang diterima dan siap diimplementasikan oleh pembudidaya secara berkelanjutan.

References

T.A. Handayani, W.S. Nurfitriniha, A. Fuziyanti, V. Rizkika, and I. Ismayanti, “Karakteristik morfologi ikan nila (Oreochromis niloticus) pada pengelolaan budidaya ikan di Kampung Buah Jakung Kabupaten Serang,” Jurnal Biologi dan Pembelajarannya, vol. 11, no. 1, pp. 29-36, 2024, DOI: https://doi.org/10.29407/jbp.v11i1.22007.

D. Rhamadini, C.P.S. Annika, F.F irdus, M. Nasir, and Z. A. Muchlisin, “ Kajian biologi reproduksi pada ikan nila (Oreochromis niloticus) di Perairan Indonesia,” Zebra, Jurnal Ilmu Peternakan dan Ilmu Hewani, vol. 2, no. 2, pp. 99-110, 2024, DOI: https://doi.org/10.62951/zebra.v2i2.85.

A. Robisalmi, P. Setyawan,and B. Gunadi, “Efek nisbah kelamin jantan dan betina yang berbeda terhadap kinerja pertumbuhan yuwana ikan nila biru, Oreochromis aureus (Steindachner 1864),” Jurnal Iktiologi Indonesia, vol. 17, no. 1, pp. 55-65, 2017, DOI: https://doi.org/10.32491/jii.v17i1.304.

Z. A. El-Greisy, and A. E. El-Gamal, “Monosex production of tilapia, Oreochromis niloticus using different doses of 17α- methyltestosterone with respect to the degree of sex stability after one year of treatment,” Egyptian Journal of Aquatic Research, vol. 38, no. 1, pp. 59-66, 2012., DOI: 10.1016/j.ejar.2012.08.005.

U. Nuha, T. Susilowati, and T. Yuniarti, “Pengaruh perbedaan dosis madu dalam pakan yang mengandung rGH terhadap pertumbuhan dan rasio jenis kelamin pada ikan nila (Oreochromis niloticus),” Journal of Aquaculture Management and Technology, vol. 6, no. 3, pp. 284-292, 2017, http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/jamt.

A. Arisandi, “Efektivitas dan efek toksik ekstrak steroid teripang dan 17α metiltestosteron pada manipulasi kelamin udang galah,” Jurnal Kelautan, vol. 5, no. 2, pp. 108-116, 2012, DOI: https://doi.org/10.21107/jk.v5i2.865.

M. F. Muhsin, Y. Fujaya, A.A. Hidayani, H. Fazhan, A. Wan Mahari, S. S. Lam, A. C. Shu-Chein, Y. Wang, N. Afiqah-Aleng, N. Rukminasari, K. Waiho, “Bridging the gap between sustainability and profitability: unveiling the untapped potential of sea cucumber viscera,” PeerJ, vol. 11, no. e16252, 2023 DOI: 10.7717/peerj.16252/fig-1.

A.A. Hidayani, M. Achmad, D.D. Trijuno, J. Suwanmala, A.N. Jannati, A. Rewa,.and A.D.F. Auliah, “ The effectiveness of immersed in extract viscera of sea cucumber Holothuria sp. on growth, consumption level and feed efficiency in tilapia larvae Oreochromis niloticus,” Jurnal Akuakultur Indonesia, vol. 24, no. 2, pp. 148-157, 2025, DOI: https://doi.org/10.19027/jai.24.2.148-157.

Y. Maria, D. Widjanarko, and B. Basyirun, “Pengembangan Model Pelatihan Pembenihan Ikan Mas untuk Petani di Kabupaten Landak Kalimantan Barat,” J. Vocat. Career Educ., vol. 2, no. 2, 2017, doi: 10.15294/jvce.v2i2.13856.

E. M. Rogers, “Diffusion of Innovations. 5th Edition,” 2003. https://teddykw2.files.wordpress.com/2012/07/everett-m-rogers- diffusion-of-innovations.pdf.

M. Zubair, A. Faozia, K. Anwar, M. D. I.Hayyi, M. Yunani, and N. R. Kharista, “Efektivitas Program Penyuluhan Perikanan Sebagai Upaya Peningkatan Kemampuan Pembudidayaan Ikan Air Tawar di Desa Pringgabaya,” Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA, vol. 4, no. 3, pp. 77-83, 2021, DOI: 10.29303/jpmpi.v4i3.904.

F. J. Awuor, K. Obiero, S. Drexler, and C. C. Ngugi, “Adoption and intensity of integrated agriculture–aquaculture among smallholder fish farmers in Kenya,” Frontiers in Sustainable Food Systems, vol. 7, no. 1181502, 2023. https://www.frontiersin.org/journals/sustainable-food-systems/articles/10.3389/fsufs.2023.1181502/full.

Downloads

Published

2026-03-12

Issue

Section

Articles