Pemanfaatan Bambu untuk Vertikultur sebagai Solusi Tanam Sayuran Ramah Lingkungan

Authors

  • Chendri Johan Universitas Kristen Indonesia Toraja
  • Novi Universitas Kristen Indonesia Toraja
  • Ayub Rantesalu Universitas Kristen Indonesia Toraja
  • Irayanti Tammu Universitas Kristen Indonesia Toraja
  • Ardian Christo Samban Tarukallo Universitas Kristen Indonesia Toraja
  • Adhamtyo Lebang Tammu Universitas Kristen Indonesia Toraja
  • Sosporijon Bin Ponolera Universitas Kristen Indonesia Toraja

DOI:

https://doi.org/10.58794/jdt.v5i2.1829

Keywords:

Vertikultur, Bambu, Media Tanam, Lahan Sempit, Produksi Tanaman

Abstract

Vertikultur merupakan teknik budidaya tanaman yang memanfaatkan ruang vertikal sehingga cocok diterapkan pada wilayah dengan keterbatasan lahan. Sistem ini menjadi alternatif strategis untuk memenuhi kebutuhan pangan di daerah perkotaan maupun permukiman padat, di mana ketersediaan lahan horizontal sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan menerapkan model vertikultur berbahan dasar bambu sebagai media tanam yang efektif, efisien, dan ramah lingkungan. Pemilihan bambu sebagai material utama didasarkan pada beberapa keunggulan, antara lain ketersediaannya yang melimpah, sifatnya yang kuat dan tahan lama, serta karakteristiknya yang mudah dibentuk dan memiliki nilai ekologis tinggi. Pada penelitian ini, bambu dirancang menjadi struktur vertikal bertingkat yang dapat menampung berbagai jenis tanaman, seperti sayuran daun, tanaman rempah, maupun tanaman obat keluarga. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa sistem vertikultur berbahan bambu mampu mendukung pertumbuhan tanaman dengan baik. Struktur bambu yang berongga memungkinkan sirkulasi air dan udara berjalan optimal sehingga pertumbuhan akar lebih sehat. Selain itu, penggunaan sistem ini terbukti dapat menghemat lahan secara signifikan, meminimalkan penggunaan air melalui penyiraman yang lebih terarah, serta mempermudah perawatan harian. Penerapan vertikultur bambu juga dinilai memberikan nilai estetika tambahan bagi lingkungan sekitar dan mendorong masyarakat untuk berpartisipasi dalam kegiatan bercocok tanam. Dengan demikian, vertikultur berbahan bambu dapat menjadi solusi inovatif dan berkelanjutan untuk memaksimalkan pemanfaatan lahan sempit, terutama di kawasan perkotaan. Teknik ini tidak hanya meningkatkan ketersediaan pangan rumah tangga, tetapi juga mendorong terciptanya lingkungan yang lebih hijau dan produktif.

References

Ariyanto, R., & Mawarni, D. (2022). Analisis keberlanjutan pertanian pekarangan berbasis komunitas. Jurnal Pemberdayaan Daerah, 5(2), 41–50.

Anggraini, N. L. (2023). Model vertikultur modern untuk peningkatan ketahanan pangan lokal. Jurnal Agropreneur, 9(1), 33–41.

Fadilah, A., & Sutrisno, R. (2022). Pengembangan Urban Farming Berbasis Teknologi Vertikal. Pusat Penerbitan Pertanian.

Hartono, Y. W. (2025). Inovasi desain rak vertikultur ramah lingkungan untuk pemula. Jurnal Rekayasa Pertanian Modern, 2(1), 1–9.

Jannah, P. R. (2025). Optimalisasi ruang sempit untuk produksi sayuran cepat panen. Jurnal Urban Green, 4(2), 60–69.

Kementerian Pertanian Republik Indonesia. (2024). Pedoman Praktis Urban Farming 2024. Direktorat Hortikultura.

Lestari, S. H. (2023). Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pertanian Pekarangan. Pustaka Masyarakat.

Mahendra, F. Z. (2023). Pemanfaatan limbah organik sebagai media tanam dalam sistem vertikultur. Jurnal Agroekologi Nusantara, 7(1), 25–34.

Ningsih, Y. A. (2022). Dampak pelatihan urban farming terhadap peningkatan keterampilan masyarakat. Jurnal Pengabdian Berkelanjutan, 3(1), 10–18.

Nugroho, D. A. (2023). Studi efektivitas vertikultur bambu dalam peningkatan hasil budidaya selada. Jurnal Agritek, 13(1), 14–22.

Pradipta, H., & Isnaini, A. (2025). Integrasi vertikultur dengan smart monitoring untuk pertanian kota. Jurnal Inovasi Teknologi Pertanian, 11(3), 88–97.

Pramudya, L., & Wahyuni, D. (2023). Efisiensi sistem irigasi tetes pada vertikultur berbasis pekarangan. Jurnal Hortikultura Tropis, 6(2), 55–64.

Putra, R. K. (2022). Pemanfaatan bambu sebagai media tanam berkelanjutan dalam urban farming. Jurnal Teknologi Hijau, 8(1), 21–30.

Setyawati, S. (2024). Manajemen Pertanian Keluarga untuk Lingkungan Perkotaan. Smart Green Publisher

Silalahi, M. P. (2024). Pelatihan vertikultur berbasis masyarakat sebagai strategi ketahanan pangan pascapandemi. Jurnal Pengembangan Masyarakat, 9(2), 77–86.

Suryana, B. (2024). Teknologi Budidaya Sayuran Ramah Lingkungan. AgroMedia Press.

Wibowo, T., & Ramdani, M. (2024). Evaluasi produktivitas tanaman daun pada sistem vertikultur modular. Jurnal Agrosains Indonesia, 15(2), 72–81.

Downloads

Published

2025-11-30

Issue

Section

Articles