Pelatihan Pemanfaatan AI Dalam Pendidikan di Desa Waempubbu

Authors

  • Reski Universitas Muhammadiyah Bone
  • Jumalil Rahman Universitas Muhammadiyah Bone
  • Sahiruddin Universitas Muhammadiyah Bone
  • Muh. Aidil Syafaid Universitas Muhammadiyah Bone
  • Hilda Fitriani Universitas Muhammadiyah Bone
  • Rika Mahardika Universitas Muhammadiyah Bone
  • A.Putri Nanda Rukmana Universitas Muhammadiyah Bone
  • Arfini Nurna Universitas Muhammadiyah Bone
  • Wahyu Maulana Universitas Muhammadiyah Bone
  • Henrik Saputra Universitas Muhammadiyah Bone

DOI:

https://doi.org/10.58794/jdt.v6i1.1731

Keywords:

KKN, Kecerdasan Buatan (AI), Pembelajaran Inovatif, Peningkatan Kompetensi Guru, Pengabdian Masyarakat

Abstract

Integrasi Kecerdasan Buatan (AI) ke dalam pendidikan telah menjadi kebutuhan mendesak dalam mendukung kompetensi pembelajaran abad ke-21. Namun, guru di daerah pedesaan kerap menghadapi tantangan signifikan dalam mengakses dan memanfaatkan AI akibat keterbatasan literasi digital dan infrastruktur. Program pengabdian masyarakat ini, yang dilaksanakan dalam rangka Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Bone di Desa Waempubbu, bertujuan meningkatkan literasi digital dan kompetensi praktis guru dalam memanfaatkan tools AI yang mudah diakses untuk perancangan bahan ajar dan peningkatan keterlibatan kelas. Dengan pendekatan partisipatif, program ini melibatkan 15 guru jenjang SD–SMA dan terdiri atas empat tahap: (1) asesmen kebutuhan melalui wawancara semi-terstruktur dan kuesioner awal, (2) pengenalan tools AI berambang rendah (mis. ChatGPT, Canva Magic Studio, Quizizz), (3) pelatihan praktis pembuatan RPP dan penilaian berbantuan AI, serta (4) praktik terbimbing dengan umpan balik langsung. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada efikasi diri dan kemampuan teknis guru mampu menggunakan AI secara mandiri untuk merancang bahan ajar interaktif, sementara tanggapan kualitatif mengungkap peningkatan motivasi siswa dan variasi metode mengajar. Tantangan utama mencakup akses internet tidak stabil dan tingkat literasi

References

UNESCO, “Guidance for generative AI in education and research,” 2023, doi: https://unesdoc.unesco.org/ark:/48223/pf0000386530?spm=a2ty_o01.29997173.0.0.217d5171oBAMgd.

T.-C. Hsu, Y.-H. Ching, and B. L. Grabowski, “A review of AI applications in education: Trends, gaps, and ethical considerations,” TechTrends, vol. 66, no. 6, 2022, doi: 10.1007/s11528-022-00756-7.

dan T. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, “Panduan Implementasi Kurikulum Merdeka: Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila,” Jakarta, 2022. [Online]. Available: https://kurikulum.kemdikbud.go.id/wp-content/uploads/2022/06/Panduan-Implementasi-Kurikulum-Merdeka.pdf

R. Wulandari, D. A. Putri, and Y. Hartono, “Digital literacy and teaching innovation in rural Indonesia: A mixed-methods study,” J. Rural Stud., vol. 103, 2023, doi: 10.1016/j.jrurstud.2023.103112.

A. Prasetyo and D. Kurniawan, “Urban–rural digital divide in teacher professional development: Evidence from Indonesia,” Int. J. Educ. Dev., vol. 98, 2023, doi: 10.1016/j.ijedudev.2023.102742.

A. Almobarraz, “AI-powered professional development for teachers: A systematic review,” Comput. Educ. Artif. Intell., vol. 5, 2024, doi: 10.1016/j.caeai.2024.100210.

X. Chen and J. Zhang, “Low-code AI tools for novice teachers: Effects on lesson planning efficiency and self-efficacy,” J. Educ. Technol. Soc., vol. 26, 2023, doi: 10.2307/jeductechsoci.26.4.112.

L. Fitriana and M. P. Sari, “Digital literacy gap among rural teachers in Eastern Indonesia: Challenges and strategies,” J. Ilmu Pendidik., vol. 30, 2024, doi: 10.17977/JP.v30i1.22041.

L. Rahmawati, “Implementation of Community Service Programs in Villages Using Participatory Action Research (PAR),” J. Pengabdi. Masy., vol. 10, 2025, doi: 10.37626/jpm.v10i1.1125.

N. A. Khafsoh, “Implementation of Participatory Action Research (PAR) in Community Empowerment Programs,” J. Ilm. Pengabdi. Kpd. Masy., vol. 7, 2024, doi: 10.30653/002.202473.211.

H. Purnomo, “Community-Based Fire Prevention and Peatland Restoration Using Participatory Action Research,” Ecol. Solut. Evid., vol. 5, 2024, doi: 10.1002/2688-8319.12201.

A. W. Syakhrani, “Implementation of the 2025 Project-Based and Digital Literacy Curriculum in Indonesian Schools,” J. Kurikulum dan Pembelajaran, vol. 15, 2025, doi: 10.24832/jkp.v15i1.1890.

J. Voogt, O. Erstad, and C. Dede, “Needs assessment for teacher professional development in digital and AI-enhanced learning,” Eur. J. Educ., vol. 56, 2021, doi: https://doi.org/10.1111/ejed.12490.

S. Wang, C. P. Lim, and P. A. Ertmer, “From awareness to adoption: A teacher professional development model for generative AI integration in K–12 classrooms,” Comput. Educ. Artif. Intell., vol. 8, 2024, doi: https://doi.org/10.1016/j.caeai.2024.100312.

O. Zawacki-Richter, V. I. Marín, M. Bond, and F. Gouverneur, “Systematic review of empirical evidence on the impact of AI on student learning outcomes and affective-motivational variables,” Comput. Educ., vol. 194, 2023, doi: https://doi.org/10.1016/j.compedu.2022.104685.

Downloads

Published

2026-01-22

Issue

Section

Articles