Pemanfaatan Alat Peraga Abatung dan Abaca Pada Pembinaan Calistung Siswa SD Negeri Genengan 01 Genengan

Authors

  • Shofiyatul Qulub Shofiy Universitas Muhammadiyah Bone
  • Andi Trisnowali MS Universitas Muhammadiyah Bone
  • Andi Muhammad Irfan Taufan Asfar Universitas Muhammadiyah Bone

DOI:

https://doi.org/10.58794/jdt.v5i1.1257

Keywords:

Calistung, Alat Peraga Abatung, Alat Peraga Abaca

Abstract

Calistung adalah singkatan dari baca, tulis, dan hitung, yang merupakan kemampuan dasar yang penting untuk perkembangan anak. Kemampuan calistung pada siswa sekolah dasar memerlukan bimbingan yang baik dan optimal agar peserta didik dapat melangkah ke tahap selanjutnya sebagai penyuksesan program literasi dan numerasi di Indonesia. Peran semua pihak dibutuhkan dalam mengoptimalkan peserta didik dalam kemampuan calistung. Peran tersebut tidak hanya dititikberatkan hanya pada seorang pendidik, namun peran lingkungan dan orang tua juga penting dalam mengoptimalkan kemampuan tersebut. Salah satu bentuk perannya adalah dengan membuat program pendampingan belajar yang dilakukan oleh pengabdi masyarakat. Program ini dapat memberikan bimbingan dan dukungan yang dibutuhkan oleh siswa, memberikan motivasi, serta membantu mengatasi permasalahan lain dalam sistem pendidikan seperti ketidakmerataan akses pendidikan dan kualitas pendidikan yang bervariasi, terkhusus pada kemampuan calistung. Pelaksanaan pendampingan belajar ini diwujudkan dengan bantuan media pembelajaran berupa alat peraga Abatung dan Abaca. Hasil dari kegiatan pendampingan belajar ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman pada siswa terutama terhadap kemampuan calistung, yang diperoleh dari hasil bahan pembelajaran lembar kerja siswa yang diberikan. Selain itu, terdapat juga hasil kualitatif yang menunjukkan bahwa siswa yang mengikuti kegiatan ini merasa senang dan terbantu dengan adanya pendampingan belajar. Mereka merasa lebih mudah memahami materi yang diajarkan karena dilengkapi dengan alat peraga serta lebih antusias dan aktif dalam mengikuti kegiatan pendampingan belajar tersebut

References

K. G. Permatasari, “Problematika pembelajaran matematika di sekolah dasar/ madrasah ibtidaiyah,” J. Ilm. Pedagog., vol. 17, no. 1, pp. 68– 84, 2021, [Online]. Available: http://www.jurnal.staimuhblora.ac.id/index.php/pedagogy/article/view/96

E. Paba, M. D. Noge, and M. P. Wau, “Analisis Faktor-Faktor Kesulitan Membaca Menulis Dan Berhitung Siswa Kelas 1 Sdi Bobawa

Kecamatan Golewa Selatan Kabupaten Ngada Tahun 2020,” J. Citra Pendidik., vol. 1, no. 2, pp. 265–276, 2021, doi: 10.38048/jcp.v1i2.246.

T. Hidayat, K. Qudsiyah, S. PGRI Pacitan, J. Cut Nya, D. No, and P. pacitan, “Belajar Calistung Di Dusun Krajan Desa Klesem,” J. Soc. Empower., vol. 01, no. 4, p. 1, 2016.

Maskur, M. K. Anwar, and Trianah, “Implementasi Pembelajaran Blended Learning Di Madrasah Ibtidaiyah,” J. Magistra, vol. 12, no. 2, pp. 120–133, 2021, doi: 10.31942/mgs.

Dian Pertiwi, U. Syafrudin, and R. Drupadi, “Persepsi Orangtua terhadap Pentingnya CALISTUNG untuk Anak Usia 5-6 Tahun,” PAUD Lect.

J. Pendidik. Anak Usia Dini, vol. 4, no. 02, pp. 62–69, 2021, doi: 10.31849/paud-lectura.v4i02.5875.

L. Latifah and F. P. Rahmawati, “Penerapan Program CALISTUNG untuk Meningkatkan Literasi Numerasi Siswa Kelas Rendah di Sekolah Dasar,” J. Basicedu, vol. 6, no. 3, pp. 5021–5029, 2022, doi: 10.31004/basicedu.v6i3.3003.

Downloads

Published

2025-03-14

Issue

Section

Articles