JUBIDA- Jurnal Kebidanan https://rumahjurnal.or.id/index.php/jubida <p><strong>JUBIDA - Jurnal Kebidanan</strong> diterbitkan 2 (dua) kali dalam setahun pada bulan<strong> Juni</strong> dan<strong> Desember</strong> oleh Yayasan Rahmatan Fiddunya Wal Akhirah dalam membantu para akademisi, peneliti dan praktisi untuk menyebarkan hasil penelitiannya. Tujuan Jurnal JUBIDA adalah sebagai sarana untuk menerbitkan makalah/artikel dalam Bidang Kebidanan.</p> <p> </p> en-US <p><strong>JUBIDA - Journal of Midwifery</strong> provides open access to anyone, ensuring that the information and findings in the article are useful to everyone. This journal article's entire contents can be accessed and downloaded for free. In accordance with the <a href="http://rumahjurnal.or.id/index.php/JEKIN/management/settings/&lt;a%20href=&quot;http:/creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/&quot; rel=&quot;license&quot;&gt;">Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License</a>. </p> <p><a href="http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/" rel="license"><img style="border-width: 0;" src="https://i.creativecommons.org/l/by-sa/4.0/88x31.png" alt="Lisensi Creative Commons" /></a><br /><strong>JUBIDA - Journal of Midwifery</strong> is licensed under a <a href="http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/">Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0</a></p> novayulita@umri.ac.id (Nova Yulita) saraherlina@univrab.ac.id (Sara Herlina) Fri, 06 Feb 2026 06:25:58 +0000 OJS 3.3.0.7 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 2-5 TAHUN DI PAUD MELATI MOJOLANGU https://rumahjurnal.or.id/index.php/jubida/article/view/1899 <p><strong>Pendahuluan</strong>: <em>Stunting</em> masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia dan berdampak pada pertumbuhan serta perkembangan anak usia dini dengan prevalensi 21,6% pada tahun 2022, melebihi target WHO. Meskipun 1000 HPK menjadi fokus utama sebagian besar penelitian, anak usia 2-5 tahun tetap rentan mengalami <em>stunting</em>. <strong>Metode:</strong> Studi cross-sectional dilakukan pada 48 anak. Status gizi dievaluasi menggunakan indeks massa tubuh untuk usia (IMT/U) dan indikator dari KMS/KIA, sedangkan stunting diukur menggunakan tinggi badan untuk usia (TB/U). Data dianalisis menggunakan uji chi-square dan dilengkapi dengan Monte Carlo. <strong>Tujuan:</strong> Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara status gizi dan stunting pada anak prasekolah di PAUD Melati Mojolangu pada Oktober 2024. <strong>Hasil:</strong> Sebagian besar anak memiliki status gizi baik (81,3%) dan tinggi badan normal (75%). Terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi dan stunting (p &lt; 0,05). Namun, beberapa anak dengan status gizi baik tetap mengalami stunting, yang mengindikasikan peran faktor lain di luar gizi. <strong>Kesimpulan:</strong> Status gizi berhubungan signifikan dengan kejadian stunting pada anak prasekolah, sehingga diperlukan intervensi komprehensif yang mencakup aspek gizi dan faktor pendukung lainnya.</p> Davina Aqillah Huwaidaa, Hening Ryan Aryani Copyright (c) 2026 JUBIDA- Jurnal Kebidanan https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://rumahjurnal.or.id/index.php/jubida/article/view/1899 Fri, 06 Feb 2026 00:00:00 +0000 HUBUNGAN RIWAYAT BBLR DAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA ANAK USIA 24-59 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS DADOK TUNGGUL HITAM https://rumahjurnal.or.id/index.php/jubida/article/view/1919 <p><strong>Latar belakang: </strong>Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis yang terjadi dalam 1.000 hari pertama kehidupan. World Health Organization (WHO) tahun 2023 menyatakan tahun 2022 terdapat 148,1 juta anak di bawah usia lima tahun yang mengalami stunting. Faktor risiko utama yang berkontribusi dengan kejadian stunting yaitu riwayat BBLR dan pemberian ASI eksklusif. <strong>Tujuan penelitian: </strong>Untuk menganalisis hubungan antara riwayat BBLR dan pemberian ASI eksklusif dengan kejadian stunting pada balita. <strong>Metode: </strong>Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain <em>cross-sectional</em> yang dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Dadok Tunggul Hitam Kota Padang pada bulan Desember 2024 - Maret 2025. Sampel penelitian terdiri dari 103 ibu yang memiliki anak usia 24–59 bulan. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji <em>chi-square</em> dan <em>Fisher exact test</em> dengan tingkat signifikansi p&lt;0,05. <strong>Hasil:</strong> Hasil analisis bivariat menunjukkan ada hubungan antara riwayat BBLR dengan kejadian stunting dianalisis menggunakan uji <em>Fisher exact test</em> (p=0,03) karena pada uji <em>chi-square</em> diperoleh nilai <em>expected count &lt;</em>5. Terdapat hubungan antara riwayat pemberian ASI eksklusif dengan kejadian stunting (p=0,029). Terdapat hubungan yang signifikan antara riwayat BBLR dan pemberian ASI eksklusif dengan kejadian stunting (p&lt;0,05). <strong>Simpulan</strong>: Terdapat hubungan antara riwayat berat badan lahir rendah dan pemberian ASI eksklusif dengan kejadian stunting pada anak usia 24-59 bulan. </p> Ochy Putri, Arni Amir, Henni Fitria, Desmawati, Erda Mutiara Halida, Fitrayeni Copyright (c) 2026 JUBIDA- Jurnal Kebidanan https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://rumahjurnal.or.id/index.php/jubida/article/view/1919 Fri, 06 Feb 2026 00:00:00 +0000 PENERAPAN VIRTUAL PATIENTS SIMULATIONS DALAM PEMBELAJARAN KOMUNIKASI DAN KONSELING PADA MAHASISWA KEBIDANAN https://rumahjurnal.or.id/index.php/jubida/article/view/1921 <p>Penerapan <em>Viirtual Patient Simulations </em>dalam kebidanan didasarkan pada kebutuhan untuk mengatasi tantangan praktik klinis secara nyata, meningkatkan keterampilan komunikasi dan konseling dalam pendidikan kebidanan menyediakan lingkungan yang aman untuk latihan tanpa resiko pada pasien serta menyesuakan diri dengan era digital dengan memungkinkan pembelajaran mandiri mencetak bidan kompeten yang siap menghadapi kompleksibilitas pelayanan kebidanan modern. Penilaian komunikasi bertujuan untuk membina hubungan yang baik antara bidan dengan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan komunikas dan konseling secara aman menjembatani kesenjangan teori dan praktik dan mempersiapkan mahasiswa menghadapi situasi klinis nyata lebih efektif sebelum berinteraksi langsung dengan pasien dilapangan. Penelitian ini menggunakan quasi <em>experiment design</em>: <em>one group pretest-posttest</em> untuk mengetahui keterampilan sebelum dan sesudah diberikan pembelajaran dengan metode <em>Virtual Patient Simulation</em>. Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa tingkat I program studi Sarjana Kebidanan Universitas Almuslim yang sedang belajar di semester 2 pada mata kuliah komunikasi dan konseling dalam praktik kebidanan sebanyak 36 mahasiswa. Analisa data pada penelitian ini dengan <em>Uji Wilcoxon</em>. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa sebanyak 27 (75%) mahasiswa tidak terampil dalam melakukan komunikasi dan konseling sebelum diterapkan metode virtual patients simulationts; setelah diterapkan metode <em>virtual patients simulationts</em> sebanyak 25 (69%) mahasiswa terampil dalam melakukan komunikasi dan konseling terjadi peningkatan nilai mean yaitu 30,00 menjadi 70,00 dengan persentase kenaikan 49,6% dan nilai p 0,002 (p&lt;0,05). Simpulan pada penelitian ini yaitu terdapat perbedaan Keterampilan Komunikasi dan Konseling Mahasiswa sebelum dan sesudah diterapkan metode <em>Virtual Patients</em>. Diharapkan metode ini dapat diterapkan secara berkelanjutan dalam mata kuliah komunikasi dan konseling dalam praktik kebidanan.</p> Liananiar, Yuswita, Siti Rahmah Copyright (c) 2026 JUBIDA- Jurnal Kebidanan https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://rumahjurnal.or.id/index.php/jubida/article/view/1921 Fri, 06 Feb 2026 00:00:00 +0000 HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP SUAMI TERHADAP DUKUNGAN SUAMI TERKAIT PERSIAPAN PRAKONSEPSI DENGAN METODE CROSSECTIONAL https://rumahjurnal.or.id/index.php/jubida/article/view/1958 <p>Jumlah kematian ibu meningkat dari 4.005 kasus pada tahun 2022 menjadi 4.129 kasus pada tahun 2023, terutama disebabkan oleh komplikasi kehamilan. Skrining prakonsepsi telah terbukti dapat mengurangi risiko kematian ibu hingga 28%. Persiapan prakonsepsi memerlukan keterlibatan aktif suami; namun, partisipasi laki-laki masih rendah (37%), dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan dan sikap mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara pengetahuan dan sikap suami terhadap dukungan suami dalam persiapan prakonsepsi di Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat. Desain cross-sectional digunakan dengan melibatkan 92 suami berusia 15–49 tahun yang dipilih melalui sampling acak bertahap. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah tervalidasi dan dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan yang baik (65,2%), sikap positif (70,7%), dan memberikan dukungan suami yang baik (78,3%). Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan (p = 0,001) dan sikap (p &lt; 0,001) dengan dukungan suami dalam persiapan prakonsepsi. Temuan ini menunjukkan pentingnya melibatkan suami dalam program pendidikan kesehatan prakonsepsi di tingkat pelayanan kesehatan primer untuk memperkuat perencanaan kehamilan berbasis keluarga dan mengurangi risiko kesehatan ibu.</p> Ligar Permas Adzrikhra, Kurniaty Ulfah, Diyan Indrayani, Wiwin Widayani Copyright (c) 2026 JUBIDA- Jurnal Kebidanan https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://rumahjurnal.or.id/index.php/jubida/article/view/1958 Fri, 06 Feb 2026 00:00:00 +0000 EFEKTIVITAS PENDIDIKAN KESEHATAN MEDIA POSTER TERHADAP PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TENTANG TABLET FE https://rumahjurnal.or.id/index.php/jubida/article/view/1967 <p>Masa remaja merupakan masa peralihan dari masa anak-anak menuju masa dewasa. Tujuan penelitian ini untuk Mengetahui Efektivitas Pendidikan Kesehatan Menggunakan Media Poster Terhadap Pengetahuan Remaja Putri Tentang Tablet FE di SMKN 1 Kelayang Kabupaten Indragiri Hulu. Metode Tugas Akhir : Jenis Penelitian ini adalah pre-experiment dengan rancangan penelitian one group pretest posttest. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon. Hasil : Pengetahuan remaja putri setelah diberikan Pendidikan Kesehatan memiliki kategori baik sebanyak 68 orang (84,0%), kategori cukup sebanyak 9 orang (11,1%) dan kategori kurang sebanyak 4 orang (4,9%). Dan setelah diberikan Pendidikan Kesehatan memiliki kategori baik sebanyak 77 orang (95,1%), kategori cukup sebanyak 3 orang (3,7%) dan kategori kurang sebanyak 1 orang (1,2%). Berdasarkan hasil uji Wicoxon, hasil p = 0,000 yang berarti nilai p value (&lt;0,05) sehingga, Ho ditolak dan Ha diterima yang artinya dikatakan signifikan antara pengetahuan remaja putri sebelum diberikan Pendidikan Kesehatan dan setelah diberikan Pendidikan Kesehatan Tentang Tablet FE di SMKN 1 Kelayang Kabupaten Indragiri Hulu. Kesimpulan : Dikatakan signifikan antara pengetahuan remaja putri sebelum diberikan Pendidikan Kesehatan dan setelah diberikan Pendidikan Kesehatan Tentang Tablet FE di SMKN 1 Kelayang Kabupaten Indragiri Hulu.</p> Renti Fortina, Lisviarose, Fatma Nadia , Wira Ekdeni Aifa Copyright (c) 2026 JUBIDA- Jurnal Kebidanan https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://rumahjurnal.or.id/index.php/jubida/article/view/1967 Fri, 06 Feb 2026 00:00:00 +0000 ANALISIS FAKTOR RISIKO INFEKSI SALURAN PERNAFASAN AKUT (ISPA) PADA BAYI USIA 6–12 BULAN DI PUSKESMAS KARANGREJO KOTA METRO https://rumahjurnal.or.id/index.php/jubida/article/view/1966 <p>Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan salah satu masalah kesehatan utama pada bayi, khususnya pada kelompok usia 6–12 bulan. Kejadian ISPA dipengaruhi oleh berbagai faktor individu dan lingkungan, antara lain riwayat imunisasi, status gizi, dan paparan asap rokok. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan riwayat imunisasi, status gizi, dan paparan asap rokok dengan kejadian ISPA pada bayi usia 6–12 bulan di Puskesmas Karangrejo. Penelitian ini menggunakan desain analitik kuantitatif dengan pendekatan potong lintang (cross sectional). Populasi penelitian meliputi seluruh bayi usia 6–12 bulan di wilayah kerja Puskesmas Karangrejo sebanyak 66 responden, dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Pengumpulan data dilakukan pada bulan Juli–Agustus 2025 menggunakan kuesioner. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara riwayat imunisasi dan kejadian ISPA (p-value = 0,023), serta antara paparan asap rokok dan kejadian ISPA (p-value = 0,04). Sebaliknya, status gizi tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan kejadian ISPA (p-value = 0,44). Dapat disimpulkan bahwa riwayat imunisasi dan paparan asap rokok merupakan faktor yang berhubungan dengan kejadian ISPA pada bayi usia 6–12 bulan, sementara status gizi tidak berhubungan secara bermakna. Oleh karena itu, penguatan cakupan imunisasi dasar lengkap dan upaya pencegahan paparan asap rokok di lingkungan rumah perlu ditingkatkan sebagai strategi pencegahan ISPA pada bayi.</p> Elisa Murti Puspitaningrum, Rofana Aghniya, Gangsar Indah Lestari Copyright (c) 2026 JUBIDA- Jurnal Kebidanan https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://rumahjurnal.or.id/index.php/jubida/article/view/1966 Fri, 06 Feb 2026 00:00:00 +0000